Benarkah Jokowi Bohong tentang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia?

Pertanyaan: Saya membaca di wall Facebook kalau Jokowi berbohong bahwa pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia terbaik ketiga dunia. Yang benar katanya ketiga belas. Benarkah?
Screen Shot 2017-05-04 at 10.18.07 PM.png

Jawaban: Salah paham. Isu ini berasal dari opini kolumnis ekonomi South China Morning Post Jake Van Der Kamp, yang salah memahami presentasi Jokowi. Ia berpikir klaim 3 terbesar yang disebutkan Jokowi adalah 3 terbesar dunia, padahal slide yang ditampilkan jelas menunjukkan 3 terbesar di antara negara G20.

indonesia

“Yang disampaikan oleh Presiden Jokowi adalah nomor tiga di G20. Bukan di seluruh dunia. Jadi nomor tiga di G20 setelah India dan China. Slide untuk presentasinya ada,” kata Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang ikut membantah hal ini menyatakan, “Ya ini kan tidak klaim bahwa paling tinggi seluruh dunia. Beliau (Jokowi) mengatakan di dalam negara-negara G-20 emerging market,” kata Sri Mulyani, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Dubes Indonesia untuk Hongkong, Soegeng juga mengkonfirmasi hal yang sama, bahwa Jake Van Der Kamp keliru  menangkap pernyataan Presiden Joko Widodo di depan para pengusaha di Hong Kong, Senin (1/5).  “Presiden Jokowi tidak pernah ngomong pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi di dunia seperti yang ditangkap pengamat itu,” katanya di sela-sela kunjungan kerja ke Dezhou, Provinsi Shandong. “Tidak pernah bilang tertinggi di dunia, bahkan Asia pun tidak,” Ia melanjutkan. Menurutnya, pada saat bertemu dengan para pebisnis asal Hong Kong Presiden menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi di antara negara-negara anggota G-20 setelah India dan China.

Fajroel Rachman, Komisaris Utama PT Adhikarya yang turut mendengar pidato Presiden di Hongkong membenarkan pernyataan Dubes Soegeng. “Saya ada di sana dan jelas menyaksikan slide presentasi Presiden Jokowi bersama 5.483 orang Indonesia lainnya,” ujar Fajroel.

Sri Mulyani sendiri berpendapat bahwa perbandingan pertumbuhan haruslah dibandingkan dengan negara-negara yang pendapatannya setara. Sebab tidak adil jika Indonesia dibandingkan dengan negara yang lebih kecil.

“Kalau seluruh dunia kan banyak negara-negara yang income-nya lebih rendah dari Indonesia tapi Gross-nya tinggi. Di ASEAN saja kalau kita lihat Kamboja dan Laos itu lebih tinggi dari kita,” tutur Sri. “Ya ini kan tidak klaim bahwa paling tinggi seluruh dunia. Beliau (Jokowi) mengatakan di dalam negara-negara G-20 emerging market,” tambah Sri Mulyani.

Berdasarkan data dari situs Kumparan, diperoleh informasi bahwa Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD – Organisation for Economic Co-operation and Development) mengakui bahwa per 13 Maret 2017 Indonesia memang berada di urutan ketiga setelah India dan China.

Pada kuartal pertama 2016, pertumbuhan ekonomi India mencapai 8,4 persen, China 6,7 persen, dan Indonesia 5 persen. Sementara kuartal II tahun 2016 pertumbuhan ekonomi India 7,3 persen, China 6,7 persen, dan Indonesia 5,1 persen. Adapun kuartal III pertumbuhan ekonomi India mencapai 7,2 persen, China 6,7 persen, dan Indonesia 5 persen. Lalu pada kuartal IV 2016 pertumbuhan ekonomi India mencapai 7,2 persen, China 6,8 persen, dan Indonesia 4,9 persen.

Silakan lihat informasi dan bantahannya di sini:

Pertanyaan: Selain dibandingkan dengan G20, dari kategori apa saja Indonesia bisa dinilai memiliki pertumbuhan terbesar ketiga?

Jawaban: Berdasarkan penelusuran dari situs berita Tirto.id dari data 2016, ada dua kategori yang memperlihatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia terbesar ketiga pada tahun 2016, yaitu jika dibandingkan Negara BRICS dan jika dibandingkan dengan sesama negara berpopulasi lebih dari 200 juta.

Berikut screenshot dari situs tersebut:

Screen Shot 2017-05-04 at 10.03.53 PM

Screen Shot 2017-05-04 at 10.03.40 PM

Sumber screenshot: https://tirto.id/menguji-klaim-jokowi-soal-pertumbuhan-ekonomi-cn2N

Be the first to comment

Leave a Reply