Hoax: Benarkah Pemerintah Jokowi Mendirikan Monumen Pao An Tui?

Pertanyaan: Saya menemukan screenshot Jonru dan Rudy Razi yang menuding Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo meresmikan monumen Pao An Tui yang merupakan laskar Cina penindas pribumi dan pengabdi Belanda. Benarkah?

jonru

Jawaban: Perlu diluruskan bahwa yang didirikan oleh Tjahjo Kumolo bukanlah monumen Pao An Tui yang didirikan untuk melindungi kaum Tionghoa di sekitar tahun-tahun kemerdekaan (1940-1950an), melainkan monumen peringatan bagi perlawanan laskar Tionghoa dan Jawa di tahun-tahun awal datangnya bangsa Eropa (sekitar 1741-1743). Keduanya adalah entitas yang sama sekali berbeda, terpisah oleh waktu ratusan tahun.

Screen Shot 2016-02-23 at 10.54.10 PM

Pertanyaan: Apa itu Peristiwa 1741-1743?

Jawaban: Peristiwa 1741-1743 (Perang Dua Tahun Jawa) adalah masa yang diawali terjadinya ketegangan di Batavia, di mana VOC-Belanda telah mendirikan kekuasaan di Batavia. Taktik Belanda untuk bisa menciptakan ketenangan kota adalah dengan memisah-misahkan pemukiman lewat pembedaan rasial. Etnis Cina, seperti juga pribumi, dianggap kehormatannya di bawah Bangsa Eropa. Gerak mereka dibatasi dan diberi aturan yang menyulitkan. Selain itu, harga gula jatuh sehingga menciptakan kesulitan ekonomi di antara buruh pabrik gula yang banyak berasal dari etnis Tionghoa. Di Jakarta, ketegangan rasial ini menciptakan kecurigaan berlebihan terhadap etnis Tionghoa yang akhirnya menciptakan perlawanan. Hingga puncaknya pada 7 Oktober, setidaknya 50 tentara VOC tewas dibunuh.

1743

Kemudian pada 9–22 Oktober 1740, pecah kerusuhan rasial (Pembantaian Batavia/Batavia Messacre) yang menyebabkan 10.000 warga etnis Tionghoa dibunuh dalam sebuah histeria mendadak. Peristiwa ini membuat sungai-sungai di Jakarta memerah oleh darah, menciptakan istilah Kali Angke (kali merah). Akibat peristiwa ini, pemerintahan Gubernur Jendral Valckenier melemah. Ia menghadapi kritik pedas dari van Imhoff yang menyalahkannya atas perintah tangan besi yang malah memancing kemarahan warga Tionghoa. Valckenier dicopot dari jabatannya dan selanjutnya dijatuhi hukuman mati, lalu jabatannya digantikan oleh van Imhoff.

Peristiwa 1740 kemudian memicu perang dua tahun (1741-1743) antara Belanda dengan warga Jawa dan Tionghoa yang bersatu. Perang ini dipimpin oleh Singseh, Khe Pandjang, Pakubuwono II dan Notokusumo. Inilah yang dibuat monumennya dan diresmikan oleh Tjahjo Kumolo. Walaupun telah dianggap berhenti pada tahun 1743, namun konflik di tanah Jawa tak kunjung usai hingga 17 tahun setelahnya. 

Pertanyaan: Apa itu Pao An Tui?

Jawaban: Pao An Tui adalah semacam tenaga pengamanan khusus Tionghoa yang didirikan untuk melindungi etnis tersebut selama terjadinya pergolakan kemerdekaan. Awalnya pasukan semi-militer ini hanya setingkat keamanan lingkungan atau hansip. Karena dikhususkan untuk etnis tertentu yang memiliki tanah dan harta benda yang sering dijarah, maka Pao An Tui seringkali bentrok dengan kelompok tertentu. Akibatnya lama kelamaan Pao An Tui dianggap kaki tangan Belanda.

Keberadaan Pao An Tui sendiri pada akhirnya bukan hanya menindas pribumi, namun juga sering dianggap malah merugikan kaum Tionghoa karena mempertinggi ketegangan antara etnis Tionghoa dengan pribumi. Objek yang dilindungi adalah pabrik, lahan, dan harta kekayaan, sehingga seringkali hanya menguntungkan masyarakat Tionghoa kelas atas yang bermodal, namun di sisi lain menciptakan ancaman tak langsung bagi masyarakat Tionghoa kelas bawah, karena menciptakan ketegangan dan kecurigaan rasial. Selain itu iuran keamanan yang ditarik juga dirasa memberatkan.

Pao An Tui di setiap daerah satu per satu dibubarkan setelah perundingan Indonesia-Belanda yang mensyaratkan kantong-kantong pendudukan Belanda bergabung dengan Indonesia dan pemerintah bisa menciptakan tentara resmi. Pasukan militer dan semi-militer seperti Pao An Tui ikut dibubarkan karena adanya kesepakatan ini. PAT berakhir ketika diplomasi politik antara dua negara disetujui lewat perjanjian akan dibentuknya negara Uni Indonesia-Belanda.

Pao An Tui sama sekali tidak ada hubungannya dengan Perang Dua Tahun Jawa (1740-1743), karena didirikan ratusan tahun setelah peristiwa tersebut usai, yaitu pada tahun 1940-1950an.

Pertanyaan: Di mana saya bisa membaca info mengenai isu ini?

Jawaban: Silakan buka link berikut:

Pertanyaan: Adakah Meme yang bisa saya bantu sebarkan untuk membantah isu ini?

Jawaban: Silakan sebarkan meme dari Koppig berikut ini:

koppig.jpg

Be the first to comment

Leave a Reply