Surat Ahok. Diawali Dengan Kasih, Diakhiri Pula Dengan Kasih. Karena Allah Itu Memang Kasih

Hari ini, 23 Mei 2017, Istri Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Veronica Tan membacakan surat sang suami yang ditulis dari balik jeruji besi. Sambil menangis terisak, Bu Vero berusaha membacakan isi surat Ahok dengan jelas sampai tuntas untuk semuanya.

Berikut kami sertakan video terkait. https://www.youtube.com/watch?v=O2FzovDxl1w

Yang menarik hatiku dan sangat memberkati hidupku adalah, surat Ahok diawali dengan kasih, dilanjutkan dengan kasih, dan akhirnya ditutup juga dengan kasih. KASIH.

Yang terbesar memang adalah kasih. Seperti ada tertulis,”Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” 1 Korintus 13:13

Kasih yang adalah sifat dari Allah itu sendiri. Kasih yang adalah pribadi Tuhan itu sendiri. Kasih yang sejak kecil sudah diteladani Ahok lewat Tuhan Yesus Kristus. Tuhan dan Juruselamat yang Ahok ikuti dengan setia sampai sekarang dan sampai akhir hayatnya nanti. Terpujilah Tuhan.

Sejak awal surat Ahok sudah dituliskan dengan kalimat yang penuh kasih yaitu “Kepada para relawan dan pendukung Ahok yang saya cintai…….”

Dimana ada cinta, disitu pasti ada kasih. Dan dimana ada kasih, pengorbanan apapun pasti akan kita relakan untuk orang-orang terkasih. Jangankan berkorban harta, waktu ataupun korban perasaan. Berkorban nyawa juga sanggup kita lakukan untuk orang-orang yang kita sayangi. Dan sudah terbukti, Ahok sangat mencintai kita semua rakyat Indonesia. Ahok cinta NKRI.

Surat Ahok dilanjutkan dengan ucapan terima kasih kepada semua yang mendukung Ahok dalam doa, kiriman bunga, makanan, kartu ucapan, surat, buku-buku, bahkan berkumpul untuk menyalakan lilin.

Ucapan terima kasih. Terdengar sangat sederhana. “Terima kasih.” Namun didalamnya tetap ada kasih. Dan sekecil apapun kasih itu dipandang sebelah mata, yang namanya kasih tetaplah kasih.

Akupun jadi teringat akan sebuah ayat di Alkitab. “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” Matius 24:12.

Di ayat yang lain juga jelas disebutkan bahwa salah satu dosa akhir jaman adalah tidak tahu berterima kasih.

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” 2 Timotius 3:1-5.

Semuanya ini menunjukkan betapa pentingnya tahu berterima kasih. Sekecil apapun itu, jangan pernah kita meremehkan arti kasih, apalagi jika kasih itu diberikan seseorang pada kita dengan pengorbanan setulus hati. Alangkah jahatnya kita jika kita justru membalas kasih itu dengan kejahatan.

Mau tak mau akupun jadi teringat akan seorang Ahok yang sekarang ini sedang dan sudah disia-siakan oleh sebagian rakyat di negeri ini yang rupanya sudah terkena salah satu dosa diakhir jaman yaitu tidak tahu berterima kasih. Semua pengorbanan yang sudah Ahok lakukan seolah-olah tak ada artinya sama sekali buat mereka. Padahal mereka sendiri belum tentu bisa melakukan hal yang sama dengan yang sudah Ahok perbuat selama ini. Bisanya cuma mencela dan menghakimi. Itulah mereka.

Untungnya Ahok tidak pernah mendendam. Dengan tegas Ahok berkata,”Tidak masalah jika tak ada satupun yang berterima kasih pada kita. Sebab Tuhan yang menghitung untuk kita.” Aku terharu Hok. Hatimu tidak mau terkontaminasi oleh yang namanya balas dendam. Aku merasa sangat terberkati dengan ini semua.

Surat Ahok dilanjutkan dengan pernyataan berusaha menerima semua kenyataan ini sekalipun tidak mudah. Jelas dibutuhkan keikhlasan untuk proses yang satu ini. Dan dengan tegas pula Ahok berkata mau belajar mengampuni dan menerima semua ini. Semuanya untuk 1 tujuan yaitu untuk kebaikan dalam berbangsa dan bernegara.

Sungguh mulia hatimu Hok. Mengampuni jelas bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan. Apalagi mengingat semua perlakuan tidak mengenakkan yang sudah kau dan keluargamu terima selama ini.

Menerima juga bukanlah perkara gampang untuk dilakukan. Apalagi menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita.

Seperti dirimu mau belajar mengampuni dan menerima, aku juga mau Hok. Terima kasih untuk pelajaran hidup yang sangat berharga yang bisa aku contoh darimu. Sebab memang seperti itulah yang juga diajarkan oleh Tuhan. Seperti yang ada tertulis di kitab Markus 11:26 “Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

Sejalan pula dengan yang tertulis di Roma 12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!” dan Lukas 6:27 “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.”

Diteguhkan pula dengan ayat yang terdapat di kitab Matius 5:43-44 “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Sungguh aku berbahagia bisa menuliskan ini semua, menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga sebagai proses pendewasaan hidup masing-masing kita pribadi lepas pribadi yang ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya tentunya.

Akhirnya surat Ahokpun ditutup dengan ucapan-ucapan yang memuliakan Tuhan. “Tuhan itu berdaulat.” Diiringi dengan ajakan untuk menunjukkan bahwa kita adalah orang yang beriman pada Tuhan Yang Maha Esa pasti mengasihi sesama manusia, pasti menegakkan kebenaran dan keadilan. “Gusti ora sare.” “Put your hope in The Lord now and always.”

Sebagai ayat penutup Ahok mengutip ayat di kitab Mazmur 131:3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!” dan Mazmur 138:8a “TUHAN akan menyelesaikannya bagiku!”

Amin. Jadilah padamu sesuai dengan imanmu Hok. Kami akan selalu mendukung dan mendoakanmu. Mari belajar mengampuni!!! Mari belajar mengasihi!!!

Be the first to comment

Leave a Reply