PDIP: Saatnya Rakyat Bangkit Dan Lawan Radikalisme

Jakarta, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris mengutuk keras pelaku teror bom di Terminal Kampung Melayu. Menurutnya, aksi teror yang menyebabkan tiga korban tewas dari pihak kepolisian dan belasan lainnya luka-luka itu merupakan tindakan yang sangat keji dan biadab.

“Pelakunya adalah pengecut yang melakukan aksi teror secara keji dan biadab,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (25/5).

Menurut Charles, terorisme adalah masalah yang sudah mendunia. Di mana, Indonesia pun juga tidak luput menjadi korban dari aksi tersebut.

“Aksi teror yang terjadi di berbagai belahan dunia dilatarbelakangi oleh paham radikalisme,” imbuhnya.

Adapun tujuan dari pelaku teror adalah ingin menebarkan rasa ketakutan dan kecemasan publik. Pelaku teror katanya juga ingin merendahkan wibawa pemerintah sehingga timbul kekacauan di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu, masyarakat tidak boleh terpancing dan tidak perlu takut. Jangan sampai para pelaku teror mendapatkan apa yang mereka inginkan. Saya memiliki keyakinan bahwa aparat kepolisian dan aparat intelijen dapat bekerja secara efektif dalam membongkar dan memberantas jaringan teror ini,” desak Charles.

Pemerintah katanya juga harus bisa memberikan rasa aman dengan menempatkan aparat kepolisian di titik-titik keramaian dan instalasi-instalasi srategis.

“Ke depan pemerintah harus tegas menindak dan memerangi penebaran kebencian dan aksi-aksi intoleran termasuk yang dilakukan melalui media sosial. Karena, intoleransi adalah benih dari radikalisme,” imbau Banteng Senayan tersebut.

Lebih lanjut, Charles menambahkan, seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama pemerintah memerangi tindak pidana terorisme dengan segala aksi terornya dan faham radikalisme yang dikembangkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Ini adalah momentum bagi rakyat untuk bersatu,” tukasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply