Maruarar Sirait Ajak Warga Sumedang Dukung Jokowi Jaga Pancasila

 
Maruarar Sirait diarak warga Sumedang.

Sumedang – Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, mengajak sekitar warga Sumedang untuk mendukung penuh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terus-menerus menjaga Pancasila dan Trisakti. Presiden Jokowi adalah sosok yang menginspirasi. Jokowi lahir dan hadir sebagai pemimpin bukan karena keturuan penguasa, jenderal atau pengusaha besar, tetapi rakyat biasa.

“Jokowi inspirasi. Sekarang anak-anak siapa pun bisa bermimpi untuk menjadi presiden. Ibu dan bapak-bapak bisa bermimpi melahirkan anak yang bisa jadi presiden dengan syarat rajin belajar dan kerja keras, serta terus mengasah keterampilan,” kata Maruarar Sirait di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (5/5).‎ Dia menyampaikan hal itu saat mengunjungi konstituen dalam masa reses DPR. Pada saat itu juga digelarr pesta rakyat yang dihadiri sekitar 7.000 warga Sumedang di lapangan Cimanggu.

Menurut Ara–panggilan akrab Maruarar–dukungan ke pemerintah saat ini makin penting karena Jokowi sedang berusaha menjalankan ajaran Trisakti Bung Karno. Trisakti Bung Karno adalah berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya.

Pada masa pemerintahan Bung Karno, ada kekuatan besar, seperti AS, Inggris, dan Prancis, yang dikenal sebagai Blok Barat. Lalu ada Rusia, China, dan Korea Utara, sebagai Blok Timur.

“Bung Karno dengan tegas membuat gerakan Non-Blok dan tidak memihak kedua blok itu, melainkan berdiri gagah di antara dua blok. Inilah kedaulatan di bidang politik,” tegas Ara.

Di bidang ekonomi, Ara menjelaskan bahwa di Asia Tenggara, ada total sekitar 600 juta penduduk. Dari jumlah itu, 250 jutaan adalah warga negara Indonesia. Tentu saja dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia harus keluar sebagai pemenang dalam persaingan ekonomi.

“Kita harus mandiri di bidang ekonomi,” tegasnya.

Dalam hal kepribadian dalam bidang kebudayaan, Ara mengapresiasi kegiatan itu yang dihadiri 16 komunitas seniman dan sanggar budaya. Mereka menghibur ribuan orang dengan seni calung, jaipongan, karinding, dan pencak silat.

“Ini artinya, warga Sumedang benar-benar menjaga dan melestarikan budaya Sunda, yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia. Ini artinya warga Sumedang mengamalkan ajaran Trisakti Bung Karno, yang salah satunya adalah berkepribadian dalam kebudayaan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ketua Sanggar Reak Pusaka Mandala Jaya, Suhata, mengaku sangat senang karena dilibatkan dalam acara pesta rakyat di Sumedang. Dia berharap acara semacam itu bisa dilaksanakan secara rutin.

Be the first to comment

Leave a Reply