JPU ajukan banding, Ahok Kemungkinan Bebas

Jakarta, Proses banding terhadap putusan majelis hakim yang memvonis Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tetap akan bergulir di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Hal ini dikarenakan JPU tidak mencabut pernyataan banding, terlebih putusan hakim lebih tinggi dari tuntutan Jaksa yang hanya menuntut satu tahun penjara dengan dua tahun masa percobaan, meski terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mencabut permohonan bandingnya.

Menurut Teguh Samudra, salah satu tim kuasa hukum Ahok mengatakan, ada tiga kemungkinan yang terjadi ketika JPU tetap melakukan banding, pertama putusan hakim atas vonis dua tahun dibatalkan, Ahok bebas.

Itu jika permohonan banding jaksa diterima majelis hakim tinggi yang menyatakan Ahok bersalah dan melanggar Pasal 156a KUHP tentang permusuhan terhadap suatu kelompok serta menjatuhi hukuman 2 tahun penjara.

Kedua, jika majelis hakim tinggi yang mengadili kembali perkara Ahok menyatakan bersalah dan melanggar Pasal 156 KUHP seperti yang dituntut jaksa, maka sesuai dengan tuntutan JPU, hukuman satu tahun dan dua tahun percobaan.

Kemungkinan ketiga adalah majelis tinggi menolak banding jaksa dan menyatakan kasus Ahok berkekuatan hukum tetap, Ahok tetap dibui.

Sebelum diputus, selama proses banding tiga sampai enam bulan status hukum belum memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht van gewijsde, sehingga masih dengan sebutan terdakwa.

Be the first to comment

Leave a Reply