Pilkada walikota Bekasi 2018, Pepen Siap Maju Lewat Jalur Independen

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat menyantap hidangan sate dan sop kambing di Kawasan Wiskul, Rabu (16/03/2017). FOTO: Muhammad Yakub/GoBekasi

 

Bekasi, meski sudah dipastikan mendapat rekomendasi dari Partai Golkar, namun calon petahana, Rahmat Effendi (RE) juga telah mempersiapkan diri maju lewat jalur perseorangan(independen) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang.

Pria yang akrab disapa Pepen ini juga mengaku akan mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) masyarakat sebagai persyaratan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk maju lewat jalur independen “Untuk syarat calon independen, saya bersama tim bisa mengumpulkan 120 ribu KTP,” ujar pria yang masih menjabat sebagai Wali Kota Bekasi ini.

Menurut dia, tidak sulit memenuhi syarat untuk maju lewat jalur independen. Dirinya mengaku dapat mengkoordinir tim untuk mengumpulkan KTP warga Kota Bekasi.

“Soal mengumpulkan KTP itu gampang saja, dan tinggal mengerahkan tim. Saya yakin, angka 120 ribu bisa tercapai,” terangnya.

Sementara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi menuturkan, jika memang Rahmat Effendi, maju melalui jalur independen pada Pilkada Kota Bekasi 2018, dia merasa yakin tidak akan ada kesulitan.

“Saya yakin, seorang calon petahana yang juga merupakan orang nomor satu di Kota Bekasi ini, mudah untuk mengumpulkan KTP,” ucapnya.

Memang kata Ucu, dalam peraturan KPU, syarat maju melalui jalur independen, calon kandidat harus memperoleh sedikitnya 6,5 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Harus 6,5 persen dari total DPT di Kota Bekasi. DPT di Kota Bekasi saat Pilpres 2014 lalu sekitar 1,9 juta. Jadi sekitar 110 ribu lah,” bebernya.

Dijelaskan Ucu, tidak hanya menyerahkan sebatas KTP semata, tapi KTP masyarakat yang diserahkan harus valid dan tidak fiktif. Maka dari itu, untuk memastikan hal tersebut, KPU Kota Bekasi nantinya akan melakukan verifikasi KTP.

“Calon kandidat dan pendukung atau yang mempunyai KTP harus jelas orangnya. Jadi, kami akan memverifikasi satu-satu. Ini karena ada muncul isu banyak KTP siluman,” jelas Ucu.

Bahkan, supaya tidak menimbulkan kecurigaan dari partai politik (parpol) lain, maka pihaknya akan mendatangi lokasi setiap pemilik KTP pendukung calon independen, ataupun meminta para pendukung itu agar berkumpul di satu tempat untuk dilakukan verifikasi.

Be the first to comment

Leave a Reply