Aa Gym Masuk Kandidat Gubernur Jabar Terpopuler, Akankah Aa Tahan Godaan?


Tidak ada salahnya seorang ulama atau ahli agama yang menjadi pemimpin adminsitratif seperti Gubernur dan Presiden. Setiap warga negara berhak untuk menduduki jabatan itu apapun profesinya. Bahkan jika kepala daerah adalah orang yang ahli agama, hal ini tentu lebih baik.

Akan tetapi, bagi para ulama salaf, jabatan seperti presiden, gubernur, bupati dan yang lain justru akan sangat dihindari. Mereka merasa tidak mampu menjalankan amanah sebagai kepala negara. Mereka paham, amanah sebagai kepala daerah sangat besar. Jika kita tidak mampu menjalankan amanah itu dengan baik, kita akan berbuat dzalim kepada rakyat. Para ulama salaf lebih memilih untuk tidak tertarik menjadi kepala daerah.

Apalagi, jabatan kepala daerah adalah sebuah jabatan yang benar-benar harus diisi oleh orang yang profeisonal. Tidak cukup hanya seorang ahli agama, namun dia harus cakap dalam bidang birokrasi dan pemerintahan. Sepandai apapun seseorang dalam bidang agama, namun jika tidak paham dunia birokrasi dan pemerintahan, sebaiknya jangan menjadi kepala daerah karena itu perbuatan dzalim. Dikatakan dzalim karena menyerahkan urusan bukan kepada ahlinya.

Aa Gym adalah salah satu tokoh agama yang sangat populer. Kepopulerannya semakin meningkat ketika dirinya begitu keras menolak Ahok menjadi gubernur DKI. Kepopuleran Aa Gym terbukti dari namanya yang masuk kandidat  kuat calon gubernur Jabar.

Hal ini muncul dari hasil survei Poltracking Indonesia yang menyebut Aa Gym sebagai kandidat gubernur Jabar terfavorit dan paling populer. Sebelumnya nama Aa Gym juga disebut-sebut masuk radar penjaringan calon gubernur dari eksternal partai Gerindra.

Terkait kemungkinan mengusung Aa Gym, Juru Bicara Partai Gerindra Sodik Mudjahid mengungkap partainya terus memantau perkembangan semua kandidat. Bagi Partai Gerindra, terbuka peluang bagi semua kandidat untuk memberikan kesempatan gubernur terbaik untuk Jawa Barat.

“Semua terbuka, dengan kriteria mumpuni, komitmen kepada rakyat Jabar, dan setia kepada cita-cita bangsa dan visi partai,” ujar Sodik kepada wartawan Senin (12/6).

Sodik menilai Jawa Barat memerlukan Gubernur yang mumpuni dan bisa memajukan Jabar sesuai dengan posisi strategisnya di Indonesia dan penyangga ibu kota. Karenanya, bagian dari memajukan Jabar adalah mendorong keadilan. “Sehingga kriteria pemimpin dari Jabar yang umum adalah nyunda, nyantri, nyakola, dan nyantika,” ujarnya.

Aa Gym lanjut Sodik, memiliki popularitas tinggi sebagai ulama. Ia juga memenuhi sejumlah kriteria pemimpin jabar tersebut. “Harus tinggkatlan elektabilitasnya. Aa Gym memenuhi kriteria peminpin jabar yang tdi nyunda,nyakola, nyanyri, dan nyantika,” ujar Sodik

Aa Gym tahu bahwa dirinya masuk kandidat kuat calon gubernur Jabar. Berikut tanggapan Aa Gym. Aa Gym mengaku tak memiliki ambisi menginginkan jabatan. Karena itu adalah amanah yang amat besar dan berat yang Harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat.

“Namun yang menentukan Takdir adalah Allah ta’alaa, (QS Ali imron 26 ) jadi kita harus siap dengan apapun yang Allah tentukan dan menjalani sebaik baiknya,” ujarnya.

“Kita doakan bersama saja agar jawa barat yang rakyatnya berjumlah 47,3 juta dan 97 persen ummat Islam, dikaruniai pemimpin yang adil, yang takut kepada Allah, aqidahnya benar dan bersih, ahli ibadah, berakhlaq mulia rahmatan lil alamin.”

Selain itu, jelas Aa Gym, Guberjur Jawa Barat harus memiliki kemampuan memimpin dan membimbing masyarakat menuju akhlaq yang baik dan karakter yang kuat. Kemudian berjiwa entrepreneur dan istiqomah tak tertipu oleh duniawi, mencintai dan dicintai masyarakat Jawa Barat khususnya.
Terlalu dini jika menyimpulkan bahwa Aa Gym hampir pasti akan ikut bertarung di Pilkada Jabar. Namun dari tanggapan Aa Gym, perluang ke arah sana tetap ada. Aa Gym memang mengatakan tidak berambisi menjadi gubernur. Namun kemudian kalimat itu disusuli dengan kalimat lain bahwa yang menentukan semuanya adalah Allah. Manusia harus siap menajalaninya. Kalimat ini seperti sebuah konfirmasi bahwa Aa tidak menolak jika nanti takdir memilih Aa Gym untuk ikut Pilkada Jabar.

Jika benar Gerindra tertarik untuk mengusung Aa Gym, saya yakin ini menjadi godaan yang tidak ringan untuk Aa Gym. Aa Gym dituntut untuk memilih apakah tetap menjadi seorang ustadz dan mengajar dipesantrennya atau justru akan memilih bertarung di Pilkada Jabar jika ada tawaran dari parpol.

Saya akan berikan apresiasi jika Aa Gym tetap kukuh tidak mau masuk ke dunia politik dan lebih memilih fokus mengajar di pesantrennya. Namun jika Aa Gym bersedia dicalonkan menjadi kandidat gubernur Jabar, maka saya menemukan jawaban mengapa selama ini Aa Gym begitu getol menyerang Ahok. Usut punya usut, ternyata bukan melulu soal isu penistaan agama, namun Aa Gym sendiri juga ingin seperti Ahok menjadi gubernur, apalagi dirinya ustadz dan asli Indonesia. Saya yakin rasa iri terhadap Ahok yang non-muslim dan etnis China namun menjadi gubernur telah menjangkit ke beberapa tokoh yang kemarin-kemarin getol menyerang Ahok.

Silahkan baca artikel saya yang lain di: https://seword.com/author/saefudin/

Sumber:
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/pilkada/17/06/07/or5u65377-masuk-bursa-bakal-calon-gubernur-jabar-ini-kata-aa-gym

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/pilkada/17/06/12/orfb9a-aa-gym-masuk-radar-cagub-jabar



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply