Di Garut, Delman Dilarang Beroperasi di Jalur Mudik Selama Musim Arus Mudik dan Balik Lebaran



Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT – Seperti di masa arus mudik dan balik tahun lalu, Pemkab Garut kembali melarang delman untuk beroperasi.

Keberadaan delman dinilai bakal menghambat laju kendaraan terutama di jalur utama mudik.

Pelarangan beroperasionalnya delman di antaranya di Kecamatan Balubur Limbangan, Malangbong, dan Kadungora.

Ketiga wilayah tersebut merupakan akses jalur mudik di Kabupaten Garut.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan pelarangan delman untuk beroperasional dilakukan selama 10 hari.

Mulai dari H-3 hingga H+7. Nantinya para penarik delman tersebut akan mendapat kompensasi atas pelarangan tersebut.

“Ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun. Soalnya jika delman beroperasi akan menghambat jalur mudik,” ucap Helmi di Kantor Pemkab Garut, Senin (12/6/2017).

Besaran kompensasi yang disiapkan pemerintah bagi penarik delman, lanjut dia, per orang sekitar Rp 75 ribu.

Jumlah total anggaran yang disediakan Pemkab sebesar Rp 400 juta.

Terkait jumlah penarik delman yang akan diberi kompensasi akan ditentukan oleh Dinas Perhubungan.

“Keberadaan delman masih penting bagi warga Garut. Tapi seiring meningkatnya jumlah kendaraan, kebedaan delman sering menimbulkan kemacetan,” katanya. (*)



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply