Hemat semakin mudah dengan lemari es 1 pintu inverter dari LG


Merdeka.com – Keberadaan lemari es dapat dikatakan menjadi hal yang hampir wajib di tengah keluarga modern. Mobilitas masyarakat yang tinggi membuatnya harus menyimpan makanan dan minuman lebih lama melalui teknologi pendinginan dari perangkat ini. Hanya saja, tagihan listrik yang tinggi menjadi konsekuensinya.

Hal ini tak lepas dari karakter lemari es yang pengoperasiannya tak pernah mati sepanjang hari untuk menjaga hawa dingin dalam kabin simpannya. Belum lagi, beban listrik ini semakin berat bergantung dari tingkat kekerapan kita dalam membuka-tutup pintunya.

Logikanya, kompresor konvensional pada lemari es bekerja menghembuskan hawa dingin dalam kabin simpannya hingga derajat suhu yang ditetapkan. Ketika sudah mencapainya, kompresor akan mati. Sementara untuk mempertahankan derajat hawa dingin di dalamnya, kompresor baru akan menyala kembali secara otomatis bila terdapat kenaikan suhu sebesar derajat tertentu.

Bayangkan saja berapa tambahan beban listrik yang harus dikeluarkan tiap kali hawa dingin terlepas sebagai akibat dari membuka tutup lemari es. Sebenarnya, terdapat kompresor inverter pada lemari es yang dapat membuat pengoperasiannya lebih hemat listrik. Kompresor ini memiliki cara kerja berbeda dengan teknologi sebelumnya.

Lemari es LG 1 pintu Inverter ©2017 Merdeka.com

Saat hawa dingin dalam kabin simpan mencapai derajat suhu yang ditetapkan, kompresor akan tetap menyala dalam gerak amat perlahan. Gerak ini baru akan meningkat secara otomatis saat suhu dalam kabin lemari es meningkat sebesar derajat tertentu. Dengan kompresor yang tak pernah benar-benar mati, daya yang digunakan untuk menyalakan kembali kompresor tiap kali mempertahankan suhu dalam lemari es dapat dipangkas.

Dengan semakin tingginya Tarif Dasar Listrik, sebenarnya hal mengenai hemat listrik telah seperti menjadi kewajiban. Mengurangi beban tagihan listrik, dapat sama artinya dengan tambahan uang untuk kebutuhan lain yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Hanya saja, hal ini ternyata tidaklah semudah yang dibayangkan.

Lemari es berteknologi inverter selama ini lebih tersedia untuk yang kapasitasnya menengah dan besar. Sementara bagi yang berkapasitas simpan kecil, biasa dikenal dengan lemari es satu pintu, tak banyak pabrikan melirik untuk menyediakan teknologi inverter ke dalamnya. Dapat dikatakan ironis, melihat lemari es satu pintu seharusnya mengambil pasar terbesar mengingat keberadaannya seringkali menjadi pilihan sebagai lemari es pertama dalam keluarga maupun pribadi. Kondisi inilah yang kemudian mendorong LG untuk mengembangkan kulkas satu pintu berbasis teknologi inverter pada kompresornya.

“Dengan memperluas ketersediaan teknologi inverter, bahkan mulai dari lemari es satu pintu, semakin memperluas peluang bagi masyarakat Indonesia untuk memilih produk hemat energi,” ujar Product Marketing Home Appliance-PT LG Electronics Indonesia, Mohamad Fariz Adiputra.

Hal ini menurutnya sesuai dengan arah fokus perusahaan pada tahun ini, khususnya bagi produk elektronik rumah tangga. Di penghujung kuartal pertama tahun ini, LG menyatakan komitmennya untuk memperluas lini produk elektronik rumah tangga berbasis teknologi inverter. Pilihan ini dibuat tak lepas dari keunggulan teknologi ini yang telah terbukti dan diakui lebih hemat listrik.

Lemari es LG 1 pintu Inverter ©2017 Merdeka.com

Sementara di sisi lain, langkah LG ini dikatakan sekaligus menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap kampanye hemat energi yang telah diinisiasi pemerintah Indonesia. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pemerintah telah menjalankan kampanye besar bertajuk Potong 10 persen sebagai gerakan yang bertujuan memperluas kesadaran terkait perilaku hemat energi.

“Dunia sedang bergerak menuju teknologi yang lebih baik dan ramah lingkungan. Sebagai perusahaan yang telah menjadi bagian dari komunitas Indonesia sepanjang 26 tahun, menjadi kewajiban kami untuk lebih berperan aktif dalam perubahan ini melalui penyediaan perangkat elektronik berbasis inverter,” ujar Presiden Direktur PT. LG Electronics Indonesia, Jaeyoung Lee.

Tak cuma mengandalkan teknologi inverter yang lebih hemat listrik, lemari es satu pintu LG dengan seri GN-INV304SL ini pun dilengkapi dengan berbagai fitur untuk mengoptimalkannya dalam menjaga kesegaran makanan dan minuman. Bio Shield salah satunya. Merupakan inovasi LGpada lapisan gasket karet pada pintu lemari es. Keberadaan lapisan khusus ini berguna untuk menghindarkan jamur dan kuman menempel pada karet pintu ini.

Selain terkait faktor kesehatan, terhindarnya jamur dan kuman menempel pada karet pintu ini memberi perlindungan lebih pada gasket dalam kaitannya dengan usia pakai. Pasalnya jamur dan kuman yang menempel pada gasket dalam waktu tertentu dapat menyebabkan perubahan bentuk gasket. Perubahan bentuk ini pada akhirnya membuat gasket tak dapat menutup kabin lemari es dengan kekedapan udara baik.

“Membuat keluhan lemari es tak dingin, namun di satu sisi memaksa kompresor bekerja terus untuk mencapai suhu yang ditetapkan. Hal inilah yang membuat kerusakan gasket tanpa disadari berperan dalam semakin tingginya tagihan listrik,” ujar Muhamad Fariz lagi.

Lemari es LG 1 pintu Inverter ©2017 Merdeka.com

Upaya LG dalam memastikan lemari es ini dapat diandalkan sebagai ruang simpan sumber nutrisi keluarga, produsen asal Korea Selatan ini pun mendesainnya dengan rak yang mampu menahan beban hingga 150 kilogram. Rak yang kuat berbahan kaca tempered ini dibuat demi memastikan penggunanya dapat mengoptimalkan ruang simpan lemari es.

“Berbagai fitur pendukung ini kami sematkan memastikan pengguna mendapatkan yang terbaik dari lemari es satu pintu miliknya. Lebih hemat listrik, lebih sehat, lebih tahan lama dan lebih optimal sebagai penjaga nutrisi keluarga,” ujar Muhamad Fariz lagi. [hhw]



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply