Jelang Pilkada Kota Bekasi, Duet Pepen Anim Lebih Memungkinkan


Duet Rahmat Effendi dan Anim Imamuddin pada Pilkada 2018 Kota Bekasi sepertinya bakal terwujud. Pembicaraan antar kedua kubu partai politik tersebut, Partai Golkar dan PDI Perjuangan kian intens dilakukan dalam dua bulan terakhir. Diprediksi, hanya Pena (Pepen-Anim) yang bisa menghadang laju koalisi partai lainnya, termasuk Koalisi Merah Putih (PKS-Gerindra).
PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) 2018 Kota Bekasi, nampaknya akan menjadi kontestasi politik paling menarik. Pasalnya, kabar bercerainya koalisi Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu semakin santer terdengar. Hal ini membuat kedua politikus ini bak ‘berlian’ yang banyak dilirik politikus lain yang ingin maju di pilkada mendatang.

Sebut saja Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Bekasi Anim Imamuddin. Pria yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi ini seringkali muncul di hadapan publik bersama Rahmat Effendi (Pepen). Kalangan masyarakat yang menamakan diri Sahabat Pepen-Anim (Pena) pun kini mulai bermunculan. Duet Pepen-Anim (Pena) pun dianggap mampu menjadikan Kota Bekasi aman, rukun, dan sejahtera. Selain sesama putra asli Bekasi, partai keduanya pun memiliki ideologi yang sama.

Melihat ‘kemesraan’ hubungan politik kedua partai di pusat, bukan tidak mungkin Pepen dan Anim akan berduet pada Pilkada 2018. Apalagi, info yang didapat Koran Bekasi, pertemuan secara diam-diam antarkubu kedua parpol tersebut, sudah beberapa kali dilakukan. Tak hanya secara langsung Pepen dan Anim, juga petinggi partai yang mewakili keduanya.

Menanggapi beredarnya isu kedekatannya dengan orang nomor satu di Kota Bekasi, Anim yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi itu mengaku memang sedang melakukan penjajakan dengan partai berlambang pohon beringin tersebut. Dia pun tak menyangkal bahwa pengurus kedua partai beberapa kali melakukan pertemuan di Kota Bekasi maupun di luar Kota Bekasi, juga hingga ke tingkat pusat.

“Ya memang saat ini PDI Perjuangan sedang melakukan pendekatan dengan beberapa partai, termasuk dengan partai Golkar,” jelasnya.

Menurut Anim, meski partainya memiliki kursi paling banyak di legislatif, dia tak menampik akan membangun koalisi besar di Pilkada 2018. Seperti halnya saat PDI Perjuangan memenangkan Pilkada 2008.

“Sepertinya pusat juga merestui berkoalisi dengan Golkar. Tapi sebagai pimpinan partai saya terus melaporkan perkembangan politik di Kota Bekasi ke DPD dan DPP. Dan DPP pasti akan mendorong siapa pun kader yang punya potensi tinggi untuk maju di pilkada mendatang. Termasuk saya pribadi bila ditugaskan partai untuk maju jadi walikota atau wakil walikota saya sangat siap,” tegasnya.

Yang jelas, lanjut Anim, partainya melihat rasionalitas pasangan koalisi yang punya popularitas dan elektabilitas di atas rata-rata. “Kami (PDI Perjuangan) mau merebut kemenangan kembali,” bebernya.

Terpisah, Sekretaris DPD Golkar Kota Bekasi Heri Suko Martono mengatakan, pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan semua partai, tak terkecuali dengan PDI Perjuangan. “Pilkada masih lama, kita tunggu saja Ketua DPD Golkar Kota Bekasi arahnya kemana,” pungkasnya. (KBK/Tim)



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply