Komentar Sandiaga karyawan TransJakarta mogok minta status tetap



Merdeka.com – Aksi mogok kerja dilakukan sopir dan karyawan PT Trans Jakarta pagi hingga siang tadi. Mereka menuntut kenaikan status kerja dari pegawai kontrak menjadi pegawai tetap.

Aksi mogok kerja itu dilakukan dengan menghentikan operasi pelayanan jasa transportasi di semua rute. Wagub DKI terpilih, Sandiaga Uno pun angkat bicara.

Sandi mengatakan persoalan seperti itu membutuhkan penanganan khusus. Sebab aksi mogok kerja tersebut perlu diatasi bukan hanya sekadar masalah kompensasi saja tetapi juga diperlukan sistem pengelolaan sumber daya manusia.

Hasil riset terakhir yang dibacanya menunjukkan ada trend baru yakni para pegawai BUMD maupun swasta di seluruh Asia Tenggara tak hanya mencari penghasilan kerja. Menurutnya, mereka juga mencari kepastian tempat kerja dan lama kerjanya seseorang.

“Kepastian lahan kerja mereka karena yang statusnya kontrak ingin kepastian. Ini yang harus kita jembatani secara komprehensif,” kata Sandiaga di Hotel Ambharah, Jakarta Selatan, Senin (12/6).

Sandi membagikan pengalamannya yang harus mengurus 50 ribu karyawan di perusahaannya. Ada beberapa cara khusus pemetaan yang dilakukan Sandiaga, seperti misalnya ada karyawan yang menginginkan kepastian jam kerja, peran di perusahaan, honor yang tinggi, pelatihan pengembangan karir dan lain-lain.

Sandiaga pun meminta aksi mogok tersebut menjadi yang terakhir kalinya dilakukan para karyawan. Sebab, akibat aksi tersebut yang paling dirugikan adalah masyarakat pengguna TransJakarta.

“Kalau mogok kasihan warga masyarakat yang sekarang lagi getol-getolnya berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Nah layanan ini harus dipastikan agar jangan terputus. Pasti ada jalan keluarnya,” papar Sandiaga. [dan]



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply