Lima Bulan Terus Berhutang, Hasniah Terharu Terima Bansos PKH


Toli-Toli – Hasniah (37), warga Desa Tende, Kecamatan Galang, Kabupaten Toli-Toli tidak bisa menyembunyikan raut wajah haru saat menerima bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH), Jumat, 9 Juni 2017.

Lima bulan sudah, ibu dari tiga orang anak itu “bergerilya” dari rumah tetangga yang satu ke rumah tetangga yang lain guna berhutang. Dari kios yang satu, ke kios lainnya untuk sekedar mendapatkan satu kilogram beras.

Maklum, selama lima bulan suaminya tidak memperoleh penghasilan sama sekali dari pekerjaannya yang cuma sebagai buruh tani.

“Lauk seadanya, yang penting ada nasi. Itu juga untuk makan satu kali sehari. Yang penting anak-anak,” ungkap Hasniah.

Banjir yang menyerang Toli-Toli 3 Juni lalu semakin menambah kesedihannya. Tidak sedikit perabotan rumah tangganya yang rusak akibat banjir. Persediaan kayu bakarnya pun hanyut dibawa banjir setinggi dada orang dewasa itu. Beruntung, seluruh keluarganya selamat.

Menurut Hasniah, meskipun jumlah bantuan tidak bisa menutupi seluruh kebutuhan rumah tangganya, tapi setidaknya bisa meringankan beban hidupnya. Terutama dalam memenuhi kebutuhan sekolah tiga orang anaknya.

“Tiga-tiganya sekolah dan butuh uang banyak. Rencana uang ini untuk saya belikan baju sekolah dan buku tulis anak-anak. Sisanya untuk beli beras sama garam. Alhamdulillah banget,” ujarnya lirih.

Senada, Rosmintan (36) warga Kecamatan Galang, mengatakan bantuan sosial yang disalurkan pemerintah melalui Kementerian Sosial sangat membantu. Terlebih warga Toli-Toli baru saja mendapat musibah banjir besar.

“Cari kerja disini susah, penghasilan minim paling saat musim cengkeh atau padi saja. Suami saya cuma serabutan, kadang dapat uang kadang tidak sama sekali,” imbuh ibu lima orang anak ini.

Sementara itu, Kementerian Sosial mengucurkan bantuan sosial senilai Rp422 Miliar bagi Provinsi Sulawesi Tengah. Sedangkan Kabupaten Toli-Toli mendapat jatah sejumlah Rp30,7 Miliar yang terdiri dari PKH Non Tunai Rp10,1 Miliar untuk 5.372 keluarga, Beras Sejahtera (Rastra) Rp20,4 Miliar untuk 14.888 keluarga, dan Bansos Lansia senilai Rp140 juta untuk 70 jiwa.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya berpesan agar warga menggunakan bantuan tersebut sesuai peruntukkannya. Jangan sampai digunakan untuk kebutuhan konsumtif yang tidak berdampak pada peningkatan kualitas hidup.

“Pesan pak Presiden jelas jangan gunakan bansos untuk beli rokok dan pulsa kalau tidak ingin dicoret dari daftar penerima bantuan,” ujarnya.

Menurutnya, bansos yang diberikan dalam jangka pendek memang diperuntukkan guna mengurangi beban rumah tangga sangat miskin, sementara jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi.

“Jangan sampai bapaknya lulusan SD, anaknya juga cuma sampai SD. Makanya dalam bansos PKH diberikan bantuan untuk siswa sekolah. Tolong digunakan sebaik-baiknya,” imbuhnya.



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply