Membangun Keadilan di Tanah Papua, Jokowi Menyelesaikan Pembangunan Trans Papua



Sebagai Presiden RI, Joko Widodo atau yang kerap disapa Jokowi ini terus membangun negeri tanpa mengenal lelah dan lokasi. “Kerja kerja kerja,” semangat yang terkandung dalam kata tersebut bukanlah abal-abal, Jokowi membuktikannya dengan hasil kerjanya yang luar biasa dan menarik perhatian dunia selama menjabat presiden kurang lebih 3 tahun ini.

Banyak penghargaan yang di dapat Jokowi ini tentu ada alasannya, kerja yang memuaskan dan pencapaian dalam pembangunan Indonesia. Sampai-sampai pencapaian Jokowi dalam membangun Indonesia sudah tidak dapat dihitung lagi, ratusan proyek dikerjakan Jokowi, terlalu panjang untuk dijelaskan dalam artikel yang kurang lebih 900 kata ini. Jadi saya hanya akan mengambil salah satu proyek besar yang dikerjakan Jokowi, yaitu “Trans Papua” yang menyambungkan tanah Papua.

Tanah papua yang selama ini telah terlupakan oleh pemerintah dan mungkin “kita,” kini sudah mulai diperhatikan oleh pemerintah. Jokowi selaku presiden RI selalu membangun tanah yang terlupakan ini, tanah Papua. Banyak proyek dan program yang Jokowi tebar di Papua. Rakyat Papua sendiri mengaku senang dengan pembangunan ini.

“Kerjanya Pak Jokowi nampak jelas. Orangnya juga tak sombong, bekerja cepat, dan bertanggung jawab,” tegas Simon Wikidipa, kader PDI Perjuangan dari Papua, yang hadir di Rakernas PDI-P, di Kemayoran, Jakarta, Senin (11/01/2016).

“Makanya, kalau ketemu orang Papua, tak usah ditanya satu persatu, pasti semua suka sama Bapak Jokowi,”
lanjut Simon.

Tuh kan, memang pesona Jokowi membahana sampai ke ujung Indonesia. Sekarang semuanya kenal Jokowi. Lanjut, kita akan beralih ke proyek Trans Papua.

Sebelumnya perlu kita tahu, pembangunan jalan Trans Papua telah dimulai sejak zaman Pemerintahan Presiden ketiga RI, B.J. Habibie.


“Ini sudah dimulai lama. Zaman Pak Habibie sudah ada, tapi masifnya sejak Pak Jokowi. Dulu kan sporadis saja, kecil-kecil di spot-spot tertentu. Katakanlah daerah Nabire, Merauke, Jayapura,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto, kepada detikFinance di kantornya, Senin (6/2/2017).

“Trans Papua mulai dibangun besar-besaran sejak masa pemerintahan Pak Jokowi sejak 2014. Sebanyak 70% dari Trans Papua dikerjakan sejak zaman Jokowi,” tutur Arie.

Nah, jadi memang benar kalau pembangunan Trans Papua ini di mulai sejak jaman Presiden B.J. Habibie, tetapi sebanyak 70% merupakan kerja Jokowi. Jadi pemerintahan kurang lebih 15 tahun sebelum Jokowi ngapain saja ?, Jokowi saja baru menjabat 3 tahun, Trans Papua sudah hampir selesai. Entah mengapa tidak selesai dari dulu ya ? mungkin uang negara yang hilang entah ke mana ? dikorupsi ? atau memang malas membangun, hehehe…

Yang jelas kita tahu, Jokowi orangnya pekerja keras, turun ke lapangan langsung bangun. Tidak cuma plonga-plongo di dalam istana negara, Jokowi juga mengunjungi lokasi. Contohnya terlihat jelas seperti saat Jokowi beberapa kali mengunjungi Papua dalam rangka pembangunan Papua. Bahkan, Jokowi sempat pakai motor trail bersama Gatot mencoba menyusuri Jalan Trans Papua pada tanggal 10 Mei 2017 kemarin. Jokowi mengaku kagum jalan Trans Papua sepanjang 3.800 kilometer (km) berhasil dibuka.

“Wajah jalan Trans Papua mulai kelihatan. Sepanjang 3.800 km sudah berhasil dibuka oleh TNI, semoga tahun 2019 nanti seluruh ruas jalan sudah terbuka dan dapat dilalui,” ujar Jokowi dalam akun instagramnya, seperti dikutip Kamis (11/5/2017).

Jokowi kagum pada pembangunan Trans Papua, sayapun kagum pada sosok yang membangunnya. Jokowi bersama TNI bekerja sama membangun Trans Papua yang panjangnya mencapai 3.800 kilometer, itu saja belum sepenuhnya, masih ada sekitar 530 kilometer lagi, jadi jika ditotal ada 4.330 kilometer jalan, jika dikira-kira, itu sama jaraknya seperti kita bolak-balik dari ujung timur sampai ujung barat pulau jawa (2 kali) hehehe…

Hebat Pak Jokowi, kerja pemerintah yang belum terselesaikan “padahal penting” sudah hampir terselesaikan oleh Pak Jokowi. Inilah Jokowi, di luar sana bilang Pak Jokowi sukanya ngeklaim hasil kerja presiden sebelumnya, menurut saya nih ya, bukannya ngeklaim tapi Jokowi hanya ingin menyelesaikan pembangunan Indonesia agar maju, tidak jalan di tempat saja. Lagian kalau iri disebut “hasil kerja Jokowi” ya seharusnya selesaikan saja proyek itu sebelum pemerintah berganti, bukannya diolor-olor tidak jelas.

Trans Papua hampir selesai, semua berkat kerja keras Pak Jokowi yang dibantu TNI dan segenap rakyat Papua. Pembangunan jalan di Papua ini berpengaruh sangat besar dalam perekonomian di Papua.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengungkapkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) fokus pada pembangunan infrastruktur di Papua karena tiga tujuan utama.

“Pertama, untuk menciptakan keadilan. Kedua, mengurangi kesenjangan pendapatan dan kesenjangan antar wilayah, dan ketiga mengurangi tingginya harga di masing-masing wilayah.”

Berikut saya mencoba menjelaskan dan menanggapi maksud dari tujuan utama pemerintah membangun Papua.

Menciptakan keadilan

Selama ini, Papua hanya dianaktirikan, pembangunan tidak merata. Papua tidak diperhatikan, sehingga keadilan di tanah Papua tidak seimbang. Bahkan, Papua yang kaya akan sumber daya alamnya harus menerima kenyataan pahit, mereka tidak bisa hidup dengan layak, karena hasil dari sumber daya alamnya hanya akan dilarikan ke pusat pemerintahan, yaitu di Jawa. Kaya emas tapi kehidupan tidak layak ? keadilan apa ini ? jadi pemerintahan Jokowi akan membenahi sistem yang bobrok ini. Jadi Jokowi terus membangun Papua baik dalam segi infrastruktur dan manusianya, tidak hanya berpusat di Jawa saja tetapi juga merata sampai ujung Indonesia. Karena Papua juga bagian dari Indonesia.

Mengurangi kesenjangan pendapatan dan kesenjangan antar wilayah

Karena ketidakadilan yang terjadi, rakyat Papua jadi menerima upah yang sangat kecil, padahal tanah milik Papua, tapi yang ngambil hasilnya orang asing. Kesel juga ya, zaman sekarang negeri kita masih dijajah. Keuntungan negeri kita sangatlah kecil dari hal ini, pemerintah Jokowi mulai bergerak melawan perusahaan asing yang merugikan Indonesia.

Dan untuk mengatasi kesenjangan antar wilayah di Papua, pemerintah Jokowi membangun jalan di Papua, yang dapat menyambungkan seluruh Papua. Transportasi menjadi mudah, sudah tidak perlu naik pesawat untuk menuju wilayah lain, karena adanya jalan yang membelah gunung dan hutan Papua, yaitu Trans Papua.

Mengurangi tingginya harga di masing-masing wilayah

Memang berkat Jokowi menetapkan BBM satu harga, masyarakat Papua sudah terbantu. Tapi harga semen masih Rp 2,5 juta per sak. Tentu tidak hanya semen saja, ada lagi banyak material dengan harga menjulang lainnya.

Ya, semua itu karena transportasi yang sulit, masyarakat Papua harus rela membayar biaya transportasi yang “jauh lebih mahal” dari harga barangnya. Akses sulit yang menyebabkan masalah seperti ini sudah mulai Jokowi benahi. Salah satu caranya ya dengan cara membangun akses transportasi yang mudah untuk dilalui seluruh masyarakat Papua, yaitu Trans Papua.

Bangga dong memiliki presiden yang peduli dan perhatian pada rakyatnya, tidak hanya memperkaya diri sendiri. Tetapi membangun Indonesia menjadi lebih baik dengan aksi nyata bukannya omong semata.

Kerja kerja kerja, semangat terus Pak Jokowi !

Saya dan rakyat Indonesia selalu mendukung bapak membangun Indonesia yang lebih maju, merata, dan adil. Dan semoga masyarakat Papua merasakan keadilan hidup bersama, karena Papua juga merupakan bagian dari kita, Indonesia.

Begitulah kura-kura…

Referensi :

https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/3498227/jokowi-kagum-3800-km-jalan-trans-papua-berhasil-dibuka/

http://www.indoheadlinenews.com/2016/01/jokowi-sangat-dicintai-di-papua-warga.html

https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-3415421/jalan-trans-papua-dibangun-besar-besaran-di-masa-jokowi/

http://m.liputan6.com/bisnis/read/2876420/ini-tujuan-utama-pemerintah-bangun-jalan-trans-papua



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply