Operasi Selama Ramadan dan Lebaran, Anggota Polisi Tak Boleh Cuti







Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan menggelar operasi kemanusiaan bersandikan ‘Operasi Ramadniya’ untuk mengamankan Ramadan dan Idul Fitri. Selama operasi ini, jajaran kepolisian siaga 1.

“Artinya, personel yang terlibat operasi harus tetap stand by, tidak boleh keluar dari wilayahnya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi detikcom, Senin (12/6/2017).

Operasi terpusat dari Mabes Polri ini belum ditentukan waktunya. Tapi, Argo menyebut, Operasi Ramadniya kemungkinan digelar mulai H-7 sampai dengan H+7 lebaran.

“Baru akan dirapatkan bersama instansi terkait Selasa (13/6) besok,” imbuhnya.

Selama siaga 1 ini, anggota polisi tidak boleh meninggalkan wilayahnya. “Kalau ada operasi, tidak boleh ke mana-mana. Kalau mau cuti nanti diatur sebelum atau sesudah operasi,” imbuhnya.

Dengan adanya status siaga 1 bagi anggota kepolisian ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ramadniya berjalan lancar dan aman. Sebab, pelaksanaan operasi kemanusiaan ini memerlukan banyak sekali tenaga anggota kepolisian.

“Karena objek pengamanan kita itu banyak, mulai dari orang, tempat, kegiatan dan lain-lain,” lanjutnya.

Selain mengamankan pemudik, polisi juga harus mengamankan tempat peribadatan hingga pusat keramaian, stasiun, pelabuhan, terminal dan bandara. Aparat polisi juga harus mengamankan kegiatan masyarakat yang berlangsung selama operasi, di antaranya seperti aktivitas mudik hingga pelaksanaan salat Idul Fitri.

Aparat kepolisian juga harus menjaga keamanan wilayah untuk mengantisipasi kerawanan kamtibmas seperti kejahatan jalanan hingga aksi terorisme. Diharapkan, selama momen tersebut, kegiatan masyarakat berjalan dengan tertib dan lancar.

(mei/dhn)



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply