Pengacara Rizieq Sebar Hoax, Tidak Ada Visa Unlimited Menurut Dirjen Imigrasi


Sebelum ini saya telah menuliskan artikel terkait berita Rizieq yang mendapatkan visa unlimited dari pemerintah Arab. Di artikel sebelumnya saya telah menjelaskan bahwa visa unlimited yang didapatkan Rizieq hanya halusinasi dan klaim sepihak, sebab klaim tersebut hanya datang dari pihak Rizieq. Tidak ada konfirmasi resmi dari pemerintah Arab.

Sekarang terbukti pengacara Rizieq telah menyebarkan berita bohong. Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan bahwa tidak ada yang namanya visa unlimited.

Direktorat Jenderal Imigrasi mengklarifikasi klaim pengacara pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, soal visa khusus kunjungan dari Kerajaan Arab Saudi yang tidak memiliki masa kedaluwarsa (unlimited).

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno mengatakan, tidak ada visa yang berlaku tidak memiliki masa kedaluwarsa.

“Enggak ada visa unlimited. Visa itu hanya single atau multiple,” kata Agung,

Dia menjelaskan, visa single adalah izin masuk yang diberikan suatu negara kepada warga negara asing yang berlaku sekali masuk dan keluar. Adapun visa multiple adalah izin masuk yang bisa digunakan berkali-kali untuk memasuki suatu negara dalam batas waktu tertentu.

Agung mengatakan visa atau izin masuk berbeda dengan izin tinggal. Keberadaan Rizieq di Arab Saudi, kata Agung, diatur melalui stay permit yang diberikan oleh Arab Saudi.

Izin tinggal ini pun terbatas, tidak bisa berlaku tanpa masa kedaluwarsa. Izin tinggal jangka pendek berlaku di atas tiga hari, sedangkan izin tinggal jangka panjang berlaku di atas satu tahun.

“Enggak ada dalam sejarah dunia itu visa seumur hidup. Pasti ada batasannya, adanya kewarganegaraan, tapi permanent resident itu juga tetap dibatasi,” ujar Agung.

Sebelumnya,  pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mengatakan bahwa kliennya mendapatkan visa khusus kunjungan dari Kerajaan Arab Saudi. Dia menyebut visa tersebut tidak memiliki masa kedaluwarsa.

“Habib Rizieq baru chat saya, dia dapat visa khusus dari Kerajaan Saudi. Waktu awal dia berangkat dapat visa khusus, sampai kapan aja, unlimited days,” ujar Kapitra kepada Kompas.com, Minggu malam.

Kompas.com masih berusaha mengonfirmasi Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia untuk menginformasi status keimigrasian Rizieq.

Tak perlu waktu lama untuk membongkar kebohongan Kapitra. Tapi sebetulnya tidak mesti Kapitra yang bohong, namun Rizieq yang berbohong dan mengabarkan kepada Kapitra bahwa telah mendapat visa unlimited. Jika memang Rizieq yang berbohong, maka saya berkesimpulkan Kapitra adalah seorang kuasa hukum yang sangat tidak profesional. Bagaimana bisa dia tidak sampai tahu bahwa tidak ada yang namanya visa unlimited. Namun saya lebih condong bahwa Kapitra yang menyebarkan berita hoax.

Mengamati gerak-gerik Kapitra, saya melihat drama dan sandiwara yang dimainkan oleh Kapitra dan Rizieq justru menjadi blunder dan semakin memperburuk citra Rizieq. Ternyata mereka bukan aktor handal. Entah apa tujuan Kapitra menyebarkan berita bahwa Rizieq mendapat visa unlimited. Padahal, jika memang Rizieq mendapat perpanjangan visa atau visa unlimited, seharusnya hal ini tidak disebarkan di media.

Jika Kapitra menyebarkan ke media justru sama saja memberi petunjuk kepada Polisi  terkait perkembangan Rizieq. Bagaimana mungkin seorang tersangka yang seharusnya tidak dibocorkan rahasianya justru dibeberkan di media? Dari sudut pandang ini saja sudah bisa disimpulkan bahwa Kapitra telah menyebarkan berita hoax.

Mungkin Kapitra berpikir bahwa jika menyebarkan berita Rizieq mendapatkan visa unlimited seolah-olah Rizieq mendapat dukungan dari Raja Salman. Seolah-olah Rizieq adalah orang yang memang didzalimi pemerintah Indonesia dan mendapat bantuan dari Pemerintah Arab. Mungkin Kapitra berpikir dengan menyebarkan berita ini, pendukung Rizieq di Indonesia akan semakin solid membela Rizieq dan semakin yakin bahwa Rizieq adalah sosok yang sedang didzalimi pemerintah Indonesia.

Namun sayang sekali. Untuk kesekian kalinya, klaim serta pernyataan bohong Kapitra harus kembali menjadi blunder untuk Rizieq. Tidak terlalu sulit untuk membantah klaim Kapitra. Perlahan-lahan, pihak-pihak yang terkait dengan klaim Kapitra mengklarifikasi kebenaran dari klaim Kapitra.

Saya semakin penasaran, setelah klaim mendapat visa unlimited yang kemudian dibantah oleh Dirjen Imigrasi, tindakan apa lagi yang hendak dipilih oleh Kapitra. Jurus ngeles apa lagi yang hendak Kapitra mainkan untuk menutupi rasa malunya.

Silahkan baca artikel saya yang lain di: https://seword.com/author/saefudin/

Sumber:

 

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/06/12/13274271/ditjen.imigrasi.sebut.tidak.ada.visa.unlimited.untuk.rizieq



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply