Selamat! Timnas Inggris U-20 Meraih Gelar Piala Dunia Perdana


Kegembiraan skuad Inggris U-20 setelah menjuarai Piala Dunia (AFP)

Tim nasional (Timnas) Inggris U-20 sedang mengalami kegembiraan yang luar biasa. Dalam waktu berdekatan, dua tim yang dikirim untuk menjalani dua turnamen berakhir dengan trofi juara. Yang teranyar, skuad besutan Paul Simpson mengandaskan asa pemain muda Timnas Venezuela pada babak final Piala Dunia U-20 (Korea Selatan) dengan skor 1-0 (11/6).

Sehari sebelumnya, masih dengan skuat U-20 yang berlaga di Turnamen Toulon 2017 yang diadakan di Perancis, skuad muda Inggris juga berjaya setelah menaklukkan Pantai Gading lewat adu penalti (5-4), setelah bermain sama kuat 1-1 pada waktu normal. Padahal, tim yang diutus ke turnamen yang juga diikuti oleh Timnas Indonesia U-19 ini adalah Tim B. Sementara Tim A (tim utama) dalam waktu hampir bersamaan berlaga di ajang Piala Dunia U-20.

Pada ajang turnamen Toulon 2017, keberhasilan merengkuh trofi sekaligus mengulang prestasi serupa pada ajang yang sama setahun sebelumnya. Total sudah 6 kali Timnas Inggris U-20 menjuarai turnamen yang sudah diadakan sejak 1967 ini, tepatnya pada 1990, 1991, 1993, 1994, 2016, dan 2017. Skuad muda The Three Lions menjadi tim peringkat tiga dengan gelar terbanyak setelah Perancis (14 kali juara) dan Brazil (8 kali juara).

Sementara untuk ajang Piala Dunia U-20, Timnas Inggris akhirnya berhasil menyudahi puasa gelar dari turnamen bergengsi yang diadakan sejak 1977 tersebut. Prestasi yang memunculkan harapan baru bagi kelangsungan Timnas Inggris senior yang belum laga mengoleksi gelar juara dunia sejak 1966.

Fenomena menarik Piala Dunia U-20

Saya termasuk agak jarang mengikuti turnamen Piala Dunia U-20, tetapi gara-gara semalam saya tak sengaja menyaksikan laga final antara Inggris melawan Venezuela, saya pun tertarik mencari tahu soal turnamen ini. Kesimpulan saya, ternyata menarik juga, karena kekuatan utama pada sepak bola tingkat dunia (usia senior) nampaknya harus berjuang keras untuk bisa berjaya pada turnamen dua tahunan itu.

Pada edisi kali ini, negara-negara “biasa” seperti Venezuela, Kosta Rika, Zambia, Selandia Baru, hingga Senegal dan Saudi Arabia, mengungguli Iran, Meksiko, Portugal, hingga Argentina! Lihat gambar posisi klasemen di bawah ini: (dilansir dari wikipedia)

Pada babak knock-out, negara-negara kuat seperti Uruguay, Mexico, dan Inggris pun harus berjuang keras dan hanya menang dengan skor tipis atas lawan-lawan mereka, masing-masing dengan skor “hanya” 1-0 dan 2-1 (Inggris vs Kosta Rika). Sementara tim kuat Jerman malah harus kandas di tangan Zambia dengan skor 4-3 (extra time). Luar biasa!

Venezuela pun menjadi tim yang membuat kejutan besar dengan melenggang ke babak final setelah mengandaskan perlawanan Uruguay pada babak semifinal. Venezuela pun melenggang ke partai puncak untuk menghadapi Inggris, sekalipun akhirnya harus takluk 0-1 dan gagal menjadi juara. Padahal, tim asal Amerika Latin tersebut berkesempatan untuk mencetak sejarah, tetapi harus merelakan tim lawan yang bersorak.

Permainan taktis, penuh gocekan maut, dan pergerakan yang seolah tanpa lelah hingga detik akhir pertandingan, tak dapat meluputkan Venezuela dari kekalahan karena gagal mencetak gol hingga peluit akhir berbunyi. Sebiji gol dari Calvert-Lewin pada menit ke-35 sudah cukup untuk memulangkan skuad Venezuela ke negaranya dengan kesedihan.

Sementara itu, timnas Inggris melengkapi gemilangnya pencapaian pada FIFA World Cup U-20 edisi 2017 dengan terpilihnya Dominic Solanke sebagai pemain terbaik sepanjang turnamen (Golden Ball), sedangkan kiper Freddie Woodman berhak atas penghargaan Golden Glove sebagai kiper terbaik sepanjang turnamen. Uruguay melengkapi kebahagiaan Federico Valverde sebagai peraih penghargaan Silver Ball (pemain terbaik kedua), dengan menempati posisi ketiga, setelah mengalahkan Italia melalui adu penalti (4-1).

Berikut susunan pemain Timnas Inggris yang berlaga pada babak final: 

Woodman (GK); Kenny; Cook (capt); Tomori: Clarke-Salter; Onomah; Solanke; Lookman; Walker-Peters; Calvert-Lewin; Dowell (Subt: Ojo; Maitland-Niles)

Menariknya, dari dua puluh pemain yang berlaga pada partai final, tak ada satu pun pemain Manchester City yang diboyong sang pelatih ke turnamen akbar tersebut. Manchester United pun hanya menyumbang satu pemain, yakni Dean Henderson, yang menjadi cadangan untuk posisi kiper. Sementara dari Arsenal hanya diwakili oleh Maitland-Niles, yang bermain sebagai pengganti pada partai final. Everton menjadi penyumbang pemain terbanyak dengan mengirim 5 pemain untuk skuad Three Lions muda, diikuti Chelsea dengan 3 pemain.

Selamat buat penggemar Timnas Inggris! Semoga prestasi tim muda ini menular ke tim seniornya. Salam olahraga!

 

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/2017_FIFA_U-20_World_Cup

https://en.wikipedia.org/wiki/FIFA_U-20_World_Cup

https://en.wikipedia.org/wiki/England_national_under-20_football_team



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply