TransJ Batalkan Uji Coba Koridor 13, Kadishub Kecewa







Jakarta – Uji coba Koridor 13 TransJakarta rute Ciledug-Tendean batal dilakukan hari ini. Alasan pembatalan karena masih banyak halte pada koridor baru tersebut yang belum sesuai standar.

Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah menyesalkan langkah yang diambil TransJakarta untuk membatalkan uji coba tersebut. Menurutnya, permasalahan tersebut sudah ada jauh sebelum halte-halte dibangun.

“Sebenarnya begini, saya terus terang saja ya, secara pribadi sebagai Andri Yansyah, permasalahannya kan desain konstruksi. Itu sebenarnya sudah ada seperti itu, kita nggak tahu kenapa begitu dan dulunya kenapa jadi begitu, kita nggak tahu,” kata Andri di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (12/6/2017).

Andri menyarankan agar uji coba koridor 13 tetap dilakukan. Karena dengan melakukan uji coba, pihaknya bersama TransJakarta bisa bersama-sama melakukan evaluasi mengenai kekurangan yang masih ada.

“Saya menginginkan, kita jalan saja sambil mengevaluasi kekurangan-kekurangannya. Saya minta kepada semua pihak untuk jalan saja,” ujar Andri.

Bila perlu, imbuh Andri, harus ada tim bersama untuk melakukan evaluasi dan melihat kekurangan pada koridor 13 TransJakarta. Dia tidak mau bila pengoperasian koridor 13 harus menunggu semuanya siap.

“Kalau perlu kita bentuk tim disini, tim dari TransJakarta, tim dari Dishub, tim dari Bina Marga dan dinas lain, untuk sama-sama. Dari a sampai z dilihat kekurangannya apa. Begitu kekurangannya apa, jalan saja dulu sambil evaluasi. Kalau seumpama nunggu terus kapan jalannya,” tegas Andri.

Karena itu, Andri tetap ingin peresmian koridor 13 berlangsung seperti pada rencana awal, yaitu tepat di hari jadi Jakarta ke-490 pada 22 Juni mendatang.

“Iya dong (tetap harus diresmikan tanggal 22 Juni). Kan sudah menghabiskan uang rakyat yang banyak ya gunain dong,” tutupnya.

Sementara itu, Dirut PT TransJakarta Budi Kaliwono mengatakan keputusan membatalkan uji coba terpaksa diambil karena fasilitas halte di koridor baru tersebut belum memenuhi standar.

“Dari hasil pemeriksaan pada 12 halte di koridor 13 rute Ciledug-Tendean masih perlu pembenahan sehingga kami memutuskan menunda uji coba melayani pelanggan,” kata Budi dalam keterangan tertulis.

Menurut Budi, sejumlah kekurangan masih ditemukan pada halte-halte di koridor 13. Seperti di Halte CSW, Halte Cipulir, Halte Swadarma dan Halte Adam Malik belum terpasang pintu yang memenuhi standar pelayanan TransJakarta.

Alasan lain adalah karena posisi loket di halte yang harus diubah karena salah posisi.

Lubang loket kasir seharusnya lurus dengan arah arus pelanggan datang, bukan di samping, sehingga pelanggan yang bertransaksi tidak mengganggu antrean,” ujar Budi.

(bis/fdn)



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply