DPD: Pengembangan EBT Harus Segera Dilakukan



RMOLJabar. Komite II DPD RI meminta semua pihak terkait energi segera menerapkan energi baru terbarukan (EBT). Penggunaan energi baru terbarukan dianggap dapat menjamin ketahanan energi nasional ke depan, lantaran cadangan energi fosil yang terbatas di Indonesia dianggap dapat mengancam stok energi untuk kebutuhan masyarakat.

Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba menilai bahwa saat ini ketahanan energi nasional sangat rapuh. Untuk menutupi kebutuhan energi nasional, pemerintah masih melakukan impor minyak. Dalam rapat dengar pendapat bersama direktur PT Pertamina dan wakil Kepala SKH Migas, dia menjelaskan bahwa potensi energi baru terbarukan di Indonesia sangat tinggi.

“Pengembangan energi baru terbarukan saat ini sebagai sebuah kebutuhan, bukan sebagai energi alternatif. Keberadaan energi baru terbarukan dapat menutupi kekosongan energi yang terdapat di daerah,” ujarnya di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (13/6).

Dalam kesempatan yang sama, Senator Kalimantan Tengah Permanasari juga meminta agar Pertamina mulai mengutamakan rencana pengembangan energi baru terbarukan.

“Apa yang menjadi program dari Pertamina terkait urgensi pengembangan energi terbarukan saat ini,” tanya Permanasari yang juga ketua Timja RUU Geologi.

Direktur Pertamina Yenni Andayani menilai bahwa pengembangan energi baru terbarukan masih belum sesuai dengan rencana yang ditargetkan. Pengembangan tersebut juga melihat pada pengguna energi baru terbarukan. Pertamina dalam mengembangkan energi juga melihat siapa yang akan menyerap dari energi baru terbarukan tersebut.

“Dalam dua tiga tahun terakhir ada penanganan khusus dalam pengembangan EBT di pertamina. Untuk tahun 2017-2021, ada USD 6 miliar tetapi kita melihat siapa konsumen yang akan menyerap EBT. Demikian dengan geothermal, di mana pembangkit tenaga listriknya dibangun oleh PLN atau kami menyiapkan pembangkit tenaga listrik dan dijual ke PLN. Jadi, memang sangat penting untuk mempunyai komitmen bersama-sama,” imbuhnya.[gun]



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply