Meski Sibuk Pemilu, Presiden Berharap DPR Tetap Bisa Bahas RUU



http://www.setkab.go.id/berita-12340-meski-sibuk-pemilu-presiden-berharap-dpr-tetap-bisa-bahas-ruu.html
http://www.setkab.go.id/berita-12346-pemerintah-kebut-pp-undang-undang-desa-uu-adminduk-revisi-uu-papua-dan-pp-aceh.html

Meski Sibuk Pemilu, Presiden Berharap DPR Tetap Bisa Bahas RUU

Meskipun disibukkan dengan kegiatan pemilu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap para anggota DPR-RI tepat bisa mengatur waktunya untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) yang ditunggu masyarakat. Harapan ini disampaikan Presiden SBY saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) bidang Polhukam di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (7/3) pagi.

Dalam rapat yang dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Boediono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II itu, Presiden SBY juga mengajak semua jajaran pemerintah agar tetap bisa melaksanakan tugas dan pekerjaan yang terus berjalan. Jika ada masalah, kata Presiden, harus segera diatasi.

Menurut Presiden SBY, rapat terbatas kali ini membahas implementasi sejumlah Undang-Undang. “Karena penting meskipun UU telah ada tetapi kalau tidak diimplementasikan dengan baik, baik pada tingkat pusat maupun daearah, tentu hasilnya tidak segera dirasakan oleh kita, misalnya UU tentang Desa,” tuturnya.

Presiden juga menyebutkan, sejumlah RUU telah ditunggu masyarakat untuk segera dibahas antara pemerintah dengan DPR-RU mengingat urgensi dan kepentingan dari UU yang sedang dirancang ini, misalnya RUU Pilkada dan RUU Pemerintahan Daerah.

Presiden menegaskan, bahwa pembangunan di Aceh dan Papua memerlukan perhatian yang seksama, disamping UUnya tentu tepat, kebijakan dan program aksinya juga tepat juga alokasi anggaran dan pengunaannya bagi daerah itu mesti dikelola dengan baik.

“Itu semua tugas dan tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah yang hasilnya akan sangat dirasakan rakyat kita,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengingatkan, beberapa saat yang lalu, jajaran pemerintah pernah bertemu di Bogor untuk membicarakan hasil evaluasi UU Otonomi Khusus untk Papua dan Papua Barat. “Ini penting. Karena itu mesti segera kita acarakan dan rampungkan,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Presiden SBY, berharap DPR-RI meskipun sibuk karena bulan ini dan bulan depan puncak kegiatan pemilu legislatif, tetapi tugas-tugas ini harapan pemerintah bisa dilaksanakan secra bersama.

Presiden juga memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi agar pada saatnya bisa menjelaskan kepada rakyat kepada insan pers, apa yang sedang dilakukan. dan apa yang hendak dicapai pemerintah, terutama 8 (delapan) bulan mendatang atau periode akhir masa bhakti Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II ini.

Hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Mendagri Gamawan Fauzi, Menlu Marty Natalegawa, Menteri Pertahanan Purnomo Yosgiantoro, Menkominfo Tifatul Sembiring, Panglima TNI Jendral Moeldoko, Kapolri Jendral Sutarman, dan Kepala BIN Marciano Norman.

source

Be the first to comment

Leave a Reply