Montir ditangkap saat transaksi sabu di depan hotel



Merdeka.com – Febi (23), warga Mugirejo, Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur, dibekuk petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur. Febi yang kesehariannya sebagai montir bengkel, menjadi terduga pengedar narkoba. Dari tangannya, petugas menyita 500 gram sabu.

Keterangan diperoleh, Febi ditangkap Jumat (2/6) lalu. Polisi mengendus adanya transaksi sabu di Samarinda, yang diduga dipasok dari Malaysia. Penyelidikan pun dilakukan dan mengarah kepada Febi.

Tim bergerak ke kawasan Sungai Pinang, di depan Hotel Royal Park. Cukup lama petugas berada di sekitar hotel itu. Hingga akhirnya, datang sebuah mobil pikap Daihatsu Grand Max, berhenti di depan hotel.

“Jadi mobil yang berhenti di depan hotel itu bergelagat mencurigakan,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (13/6).

Tidak ingin berlama-lama, petugas lantas menggerebek F di dalam mobil itu. Namun sayang, seorang rekannya, berhasil kabur setelah tahu polisi hendak mendatangi mereka.

“Kesehariannya Febi bekerja sebagai montir,” ujar Ade.

Penggeledahan terhadap F dan isi mobil, ditemukan barang bukti 1 kantong plastik berisi 10 bungkus sabu. “Saat dihitung, beratnya mencapai 500 gram sabu,” tambah Ade.

Febi dan mobilnya beserta barang bukti sabu dibawa ke markas Polda Kalimantan Timur di Balikpapan, untuk penyelidikan lebih lanjut. “Tim masih mengejar temannya, yang disebut bernama Udin. Udin ini, adalah pemilik 500 gram sabu itu,” sebut Ade.

“Polda juga telah berkoordinasi bersama dengan seluruh jajaran Polres, baik di Kaltim dan Kaltara, untuk mencari dia (Udin). Juga dengan Polda lain,” terang Ade.

“Yang jelas, Udin ini masuk DPO (Daftar Pencarian Orang. Identitasnya sudah dikantongi, dan disebar ke seluruh jajaran. Kami imbau, dia segera menyerahkan diri ya,” demikian Ade. [cob]



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply