PRESIDEN SBY PIMPIN SIDANG KABINET PARIPURNA BAHAS PEREKONOMIAN



http://www.setkab.go.id/berita-10324-hadapi-tekanan-ekonomi-presiden-minta-dpr-dpd-bupatiwalikota-miliki-persepsi-yang-sama.html

Hadapi Tekanan Ekonomi, Presiden Minta DPR, DPD, Bupati/Walikota Miliki Persepsi Yang Sama

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin sidang kabinet paripurna membahas pengelolaan ekonomi nasional yang tengah mendapatkan tekanan , dan kemajuan pelaksanaan “Paket Agustus” di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (18/9).

Kepada jajaran kabinet, Presiden SBY meminta untuk melaksanakan tugas sesuai sistem, mengetahui skala prioritas, tapi tidak meloncak-loncat. “Kalau berorientasi pada tujuan dan sasaran, hasilnya akan baik. Kita bukan hanya sekali ini mengalami tekanan ekonomi, tapi sepanjang waktu dengan puncaknya pada tahun 2005 dan 2008,” kata Presiden.

Presiden mengajak jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II untuk jangan mengerjakan sesuatu di minggu-minggu sekarang ini, di bulan-bulan sekarang ini seperti business as usual.

Presiden SBY berharap kepada kalangan DPR RI dan DPD RI, gubernur, dan bupati/walikota untuk memiliki persepsi dan sense yang sama. Sebab kalau tidak nanti menjadi tidak klop apa yang dipikirkan dan dilakukan oleh pihak-pihak lain dengan yang dipikirkan dan dilakukan oleh pemerintah pusat.

Kembali Presiden SBY meminta para menteri terkait untuk dengan serius:

* Menjaga pertumbuhan ekonomi, melalui peningkatan investasi dengan merampingkan proses prizinan sehingga mengurangi peluang penyimbangan.

* Menerapkan APBN yang pro crisis solution, dan tetap menjaga konsumsi rumah tangga agar rakyat tetap mampu membeli.

* Mengendalikan inflasi dan stabilitas harga, terutama hara kebutuhan pokok.

* Mencegah terjadinya gelombang PHK oleh dunia usaha, bahkan kalau bisa tetap melakukan penyerapan tenaga kerja, sehingga akan mengurangi pengangguran.

* Meneruskan program kredit untuk usaha kecil dan menengah, melalui KUR, dengan membuat lebih fleksibel.

* Teruskan penyaluran dana kompensasi kenaikan harga BBM, program pro-rakyat, penanggulangan kemiskinan.

Presiden SBY dalam sidang kabinet ini ingin mendengarkan kemajuan pelaksanaan program kebijakan ekonomi yang dikenal dengan istilah “Paket Agustus”. “Saya juga senang pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan sinergi dan kolaborasi. Sebab ini kunci dalam stabilisasi makro ekonomi kita, termasuk stabilisasi nilai tukar,” kata Presiden.

Sidang kabinet yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, para menteri koordinator, menteri, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo dan sejumlah pejabat lainnya termasuk anggota dewan pertimbangan presiden.

source

Be the first to comment

Leave a Reply