Presiden : Situasi Membaik, Pemerintah RI Belum Akan Lakukan Evakuasi WNI di Mesir



http://www.setkab.go.id/berita-9964-situasi-membaik-pemerintah-ri-belum-akan-lakukan-evakuasi-wni-di-mesir.html

Situasi Membaik, Pemerintah RI Belum Akan Lakukan Evakuasi WNI di Mesir

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengeluarkan pernyataan terkait perkembangan yang terjadi di Mesir. Menurut Presiden, berdasarkan laporan dari Dubes RI di Kairo, dan Menlu Marty Natalegawa yang sedang berada di Kanada, dalam 2-3 hari terakhir keadaan di Mesir jauh membaik. Bahkan dikatakan situasinya betul-betul dalam pengendalian yang baik pula. Oleh karena itu, Pemerintah Republik Indonesia merasa belum ada keperluan untuk melakukan evakuasi atas Warga Negara Indonesia, utamanya para mahasiswa. Kecuali kalau ada mahasiswa yang ingin benar kembali, tentu kita akan membantunya.

Dalam konperensi pers yang diselenggarakan di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (23/8) sore, Presiden SBY mengemukakan, pada siang tadi, ia telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mohammad Najib, untuk mendiskusikan bagaimana Indonesia dan Malaysia melihat perkembangan situasi di Mesir.

Alhamdulillah posisi Malaysia dengan Indonesia serupa, yang intinya kita berharap agar permasalahan di Mesir bisa diselesaikan secara damai menuju ke rekonsiliasi nasional. Kemudian bisa dicegah jatuhnya korban jiwa yang semestinya bisa dicegah,” kata Presiden sembari menegaskan, bahwa baik Malaysia maupun Indonesia, tentu tidak ingin mencampuri urusan dalam negeri Mesir.

Menurut Presiden SBY, pandangan dan posisi Indonesia dalam pergolakan politik di Mesir, telah disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa yang sedang mengemban tugas di PBB dan di Kanada kepada beberapa menteri sewaktu bertemu di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.

Bahkan beberapa saat mendatang, lanjut Presiden SBY, Menlu Marty Natalegawa juga akan bertemu dengan beberapa tokoh PBB, termasuk Dewan Hak Asasi Manusia dan juga Deputi Sekjen, karena Sekjen berada di luar Amerika, untuk menyampaikan pandangan dan posisi Indonesia terkait pergolakan politik di Mesir paska diturunkannya mantan Presiden Mohammad Mursi.

Kepala Negara menegaskan, sebagai sahabat, Indonesia tentu sangat peduli dengan perkembangan situasi di Mesir. “Saya mengikuti hampir setiap saat, siang dan malam, dan saya sungguh tertarik apa yang disampaikan oleh Grand Syekh Al-Azhar, Yang Mulia Bapak Ahmed al Tayeb,” ujar Kepala Negara.

Menurut Kepala Negara, ada 5 (lima) butir pernyataan Grand Syekh Al–Azhar yang ia dukung penuh. Pertama, memang intinya ini diperlukan rekonsiliasi nasional secara damai. Yang kedua, pihak militer diharapkan bisa menahan diri dan mencegah jatuhnya korban jiwa yang baru. Yang ketiga, pihak Ikhwanul Muslimin diharapkan juga bisa melakukan segala sesuatunya secara damai dan juga menjauhi kekerasan. Kemudian yang keempat, dikatakan harus dicegah perusakan rumah ibadah, gereja, ataupun rumah ibadah yang lain. Sedangkan yang kelima, menolak campur tangan asing, campur tangan dalam arti masuk kepada wilayah Mesir tapi membawa kepentingan negaranya sendiri.

“Terhadap 5 (lima) butir yang disampaikan oleh Grand Syekh Al–Azhar Ahmed Al-Tayeb, saya memberikan dukungan penuh sebagai seorang sahabat, mengingat Indonesia juga mengalami pengalaman yang banyak miripnya dengan apa yang terjadi di Mesir 15 tahun yang lalu,” tutur Kepala Negara.

Presiden berharap, dengan menyimak pernyataan Grand Syekh Al–Azhar Ahmed Al-Tayeb itu, akan terjadi proses politik yang damai sehingga situasi yang meskipun sekarang sulit yang ada di Mesir itu bisa dicarikan jalan keluarnya.

source

Be the first to comment

Leave a Reply