Program Pro Rakyat 4 Kluster



http://www.setkab.go.id/pro-rakyat.html

Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Palu

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia mulai tanggal 1 Januari 2014 merupakan terobosan besar di bidang kesehatan yang dilakukan pemerintah. Kota Palu merupakan salah satu daerah yang menyelenggarakan JKN yang mencakup 206.883 jiwa.

Di Kota Palu, Sulawesi Tengah, jumlah peserta JKN sebanyak 206.883 jiwa yang terdiri peserta Jamkesmas sebanyak 79.358 jiwa, peserta Jamkesda 24.304 jiwa, peserta Askes sebanyak 81.619 jiwa, TNI/Polri sebanyak 1.409, ditambah 794 pensiunan TNI/Polri, peserta Jamsostek sebanyak 15.851 jiwa, dan BPJS Mandiri sebanyak 3.548 jiwa. Para pemiliki kartu JKN mendapat pelayanan kesehatan secara gratis mulai dari Poskesdes/Puskesmas hingga rumah sakit rujukan. Khusus peserta Jamkesmas dan Jamkesda, iurannya ditanggung oleh pemerintah. Dalam hal ini, pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengalokasikan dana Rp 35,5 miliar untuk membantu peserta Jamkesmas dan Jamkesda agar masuk dalam program JKN. Selain itu, pemerintah juga mengalokasi dana Rp 85,8 miliar untuk pelayanan kesehatan di RSUD.

Pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Palu didukung tenaga kesehatan yang terdiri dari 173 orang dokter umum,45 orang dokter gigi, 75 orang dokter spesialis 1020 orang perawat, dan 185 orang bidan. Fasilitas kesehatan yang terdapat di daerah ini meliputi 14 rumah sakit, 12 Puskesmas rawat dan 2 Puskesmas rawat inap, 29 Puskesmas Pembantu (Pustu), dan 47Poskesdes, dan 220 Posyandu.

Pemerintah Kota Palu terus memperhatikan pengembangan kesehatan dengan meningkatkan anggaran kesehatan dari Rp 19,31 miliar tahun 2013 menjadi Rp 35,54 miliar pada tahun 2014. Anggaran kesehatan tersebut antara lain dipergunakan untuk pembangunan/rehab Puskesmas, Pustu, dan Poskesdes, pengadaan obat, dan penyediaan sarana dan prasarana meliputi alat-alat kesehatan dan mobil ambulan.

Dalam rangka menyukseskan program ke-sehatan gratis di Kota Palu, Pemerintah menelurkan program unggulan bidang kesehatan yaitu membangun semangat Puskesmas Santun Lansia dan visum gratis pada korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Dan untuk meningkatkan pelayanan seluruh Rumah Sakit Pemerintah secara otomatis melayani peserta JKN sedangkan untuk Rumah Sakit Swasta hanya bekerja sama dengan BPJS saja yang melayani peserta JKN. Dalam rangka meningkatkan pelayanan pada masyarakat, pada tahun 2012 — 2013 dilakukan rehab Puskesmas, Pustu, dan Poskesdes dengan total dana sebesar Rp 10,1 miliar yang berasal dari APBD Kota Palu. Beberapa strategi seperti peningkatan akses kesehatan dan gizi melalui kegiatan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui Puskesmas Pembantu, Polindes, dan Poskesdes, dan penanggulangan kasus gizi buruk dan gizi kurang melalui Therapuetic Feeding Center (TFC dan Community Feeding Center (CFC), peningkatan lainnya yaitu ipeningkatan pengendalian penyakit menular, tidak menular, dan penyehatan lingkungan, strategi lainnya adalah peningkatan profesionalisme dan pendayagunaan tenaga kesehatan, peningkatan pemerataan, keterjangkauan, jaminan kesehatan, mutu obat, dan peningkatan akses pelayanan KB berkualitas.

Kunjungan pasien ke rumah sakit rata-rata 150- 200 orang per hari, dan kunjungan pasien ke Puskesmas rata-rata 25 — 76 orang per hari. Sepuluh penyakit terbanyak yang diderita pasien adalah infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), alergi, hipertensi, diare, asma, dan penyakit jaringan ikat.

Salah satu rumah sakit yang melaksanakan JKN adalah RSU Anutapura Palu yang mendapat anggaran sebesar Rp 158 miliar pada tahun 2013 dan Rp 85 miliar pada tahun 2014. RSU Anutapura didukung 26 dokter spesialis, 53 dokter umum, 417 tenaga bidan, 110 tenaga keperawatan, 7 orang penyuluh kesehatan, 4 orang perawat gigi, dan 49 tenaga gizi. Dalam pengamatan pasien-pasien JKN dilayani dengan baik dan mendapat perhatian dari tenaga kesehatan di RSU Anutapura.

Dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Palu RSU Anutapura yang menjadi rumah sakit rujukan dari kabupaten di Sulawesi Tengah, melakukan suatu terobosan dengan meminjam dana dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk membangun gedung rawat inap dan poliklinik sebesar Rp 60 miliar. Gedung yang memiliki 5 lantai ini, selain untuk perawatan di lantai 2 akan disiapkan sebagai kamar operasi, ICU, ruang Hemodialisa dan ruang Fisioterapi, gedung ini direncanakan akan siap beroperasi di bulan April 2014 ini akan menambah kenyamanan dalam pelayanan kesehatan.

source

Be the first to comment

Leave a Reply