Ramadhan Momentum Terbaik Berantas Narkoba



RMOLJabar. Bulan suci Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk menanggulangi peredaran narkotikan dan obat-obatan terlarang, karena Ramadhan merupakan bulan optimalisasi peningkatan iman dan taqwa serta mengandung semangat pencegahan dan menahan diri dari perbuatan buruk.

“Di Bulan Ramadhan ini yang halal saja dilarang untuk dilakukan termasuk mengkonsumsi makanan yang halalan thayyiban sekalipun di siang hari. Apalagi kalau mengkonsumsi barang haram semacam narkoba,” ujar Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Nasional Idy Muzayyad dalam Tadarus Kebangsaan Anti Narkoba di kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta (Selasa, 13/6).

Menurutnya, kalau dikaitkan dengan iman dan takwa maka dapat dikatakan bahwa keimanan dan ketakwaan seseorang antara lain bisa dilihat dengan mengkonsumsi narkoba atau tidak.

“Makna takwa itu kan menjalankan perintah kebaikan sekaligus menjauhi keburukan atau yang dilarang. Narkoba jelas dilarang karena membahayakan, sehingga orang yang bertakwa itu artinya yang menjauhi narkoba,” ungkap Idy.

Karenanya, Baanar mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya umat Islam untuk memanfaatkan secara maksimal bulan Ramadhan untuk memberantas narkoba yang peredarannya seringkali tidak jauh dari lingkungan sekitar.

“Meskipun kewenangan penanganan hukum ada pada aparat tapi kalau ada kemunkaran penyalahgunaan narkoba kita tidak boleh diam. Karena pepatah mengatakan rusaknya dunia ini bukan semata karena banyaknya orang jahat tapi lebih disebabkan karena orang baik yang diam,” terang Idy.

Dia menambahkan, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa jika seseorang melihat kejahatan maka seharusnya mengubah dengan kekuasaannya, bila tidak bisa maka dengan lisannya, bila tidak maka dengan hatinya.

“Tapi kalau hanya dengan hati itu disebutkan sebagai selemah iman. Padahal katanya kita mau meningkatkan dan menguatkan iman maka tidak cukup dengan hati saja. Setidaknya mengingatkan dengan perkataan yang baik,” papar Idy.

Baanar juga bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Kementerian Sosial dengan terus mengajak masyarakat menjauhi narkoba. Serta mengingatkan bahayanya yang jelas merusak generasi bangsa dan melemahkan kedaulatan negara.

“Ketika kita bicara NKRI sekalipun maka itu NKRI yang kuat dan berdaulat akan terjadi bila narkoba tertanggulangi. Jangan bicara NKRI harga mati kalau ternyata banyak generasi muda yang mati gara-gara narkoba,” demikian Idy.

Tadarus Kebangsaan Anti Narkoba yang diadakan atas kerja sama dengan Pusat Penerangan Sosial Kemensos juga dihadiri oleh Kepala Bidang Kerja Sama Pusat Penyulluhan Sosial Joko Irianto, dan Bagian Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Badan Narkotika Nasional Hardian Reza. [bon/rmol]    



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply