Bedah Kekuatan Setya Novanto


Potret kekuatan Setya Novanto semakin terlihat. Sejak ditetapkan sebagai tersangka korupsi E-KTP, dia langsung unjuk gigi. Majelis hakim Tipikor kasus E-KTP menghilangkan namanya dari empat nama (paling kurang) dalam dalam amar putusan. Pun para kurir pengantar uang korupsi pun menyatakan tidak mengenalnya. Selain itu, soliditas dukungan pun dari Golkar mengalir deras. Tak tanggung-tanggung BJ Habibie pun memberikan dukungan kepadanya. Bagaimana sebenarnya kekuatan utuhnya sehingga menjadi manusia terkuat di Indonesia?

Kekayaan (baca: dan kekuatan) Setya Novanto memang luar biasa. Di luar kebiasaan karena kekayaan itu baginya bukan hanya berupa uang, namun berupa koneksi jaringan network tingkat tinggi di semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara secara komprehensif. Kekayaannya yang tercatat hanya sebesar Rp 114 miliar rupiah. Namun jika melihat pengaruhnya, maka di situlah nilai kekuatan Setya Novanto yang sesungguhnya.

Sinterklas Banyak Teman di Lembaga Negara, Institusi, Pengusaha

Banyak teman dan sinterklas seperti disebut Nazaruddin, adalah jiwa dan kekuatan Setya Novanto. Dia lebih banyak menjadi teman siapa saja dan tidak memihak. Dia selalu berada di tengah-tengah. DIa tidak memiliki masalah perkubuan di dunia usaha dan berteman baik dengan semua kalangan. Karenanya, ketika Hary Tanoe unjuk gigi karena dekat dengan Trump, Setya Novanto pun tampil lebih hebat di  muka umum dengan tampil dalam kampanye capres Donald Trump.

Sejak 1980-an, Setya Novanto gigih berjuang dan akhirnya malang-melintang di dunia bisnis. Bidang usahanya hampir ke seluruh lini. Dari mulai hotel Nagoya di Batam, pupuk, peternakan, pertambangan, perdagangan, jasa, café, usaha makanan, pompa bensin, jasa keuangan, property, dan konsultan manajemen menjadi lahan bisnisnya.

Kekuatan koneksi bisnis Setya Novanto ini dimulai dengan bekerja-sama dengan kalangan konglomerat di lingkaran Sudwikatmono. Sudwikatmono adalah jaminan mutu karena dekat dengan keluarga Cendana pimpinan the Godfather eyang saya Presiden Soeharto. Bisnis apa pun yang disentuhnya menghasilkan uang dan memerlebar koneksi dan network-nya.

Dengan keluasan bidang usaha bisnis tersebut maka Setya Novanto jelas dekat dengan Jusuf Kalla, ARB, Hatta Rajasa, SBY, Riza Chalid, dan berbagai tokoh politik dan konglomerat. Salah satu teman dekatnya antara lain konglomerat property dan industri Joko S Tjandra dan Eka Tjandranegara bos Mulia Group.

Dia pun dengan cerdas mampu merangkul berbagai pihak dengan latar belakang yang berbeda. Dia juga berhubugan baik dan bekerja sama dengan hampir semua konglomerat. Hal ini terjadi terlebih karena dirinya bendahara umum Golkar juga selama bertahun-tahun sejak 2000-2013.

Setya Novanto pun terkenal dekat dengan kalangan militer. Jenderal Wismoyo Arismunandar adalah teman dekatnya sejak lama. Kekuatan koneksi ini, apalagi zaman eyang saya Presiden Soeharto, menjadikan kekuatan lobby yang sangat menjanjikan bagi lawan dan kawan bisnis dan politik. Superb! Dari pertemanan dengan Wismoyo inilah kelebaran jaringan menggurita. Setya Novanto tidak canggung bersentuhan dengan kalangan militer dan polri di Indonesia.

Kekuatan Lobby Bisnis dan Politik

Sejak awal Setya Novanto tak terbendung menggunakan organisasi untuk memerluas jangkauan pertemanannya. Menjadi orang penting di Golf untuk para anak TNI menjadi pintu masuk strategis Dia untuk melang melintang di organisasi. Jabatan bendahara di kepanitiaan ad hoc seperti Sea Games, Asian Games, Olimpiade, dia pegang.

Selain dalam bidang tersebut Setya Novanto terlibat di bidang politik. Lewat politik, jaringan bisnis dan organisasinya ini merambah ke segala lini. Pun sejak zaman eyang saya Presiden Soeharto telah terlibat politik di Golkar lewat Kosgoro dan asuhan Hayono Isman.

Dengan kekuatan itu, maka tak heran jika Setya Novanto pun pernah bertemu dan menawarkan lobby Indonesia akan membeli peralatan militer dari Jepang. Tak tanggung-tanggung dikabarkan yang ditemuinya adalah PM Jepang Sinzo Abe. Hal yang membuat Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu berang.

Percaloan (baca: lobby bisnis) menjadi kekuatan Setya Novanto yang tampak di berbagai kasus yang kadang membelitnya.

Kisruh Golkar Untungkan Setya Novanto

Kekuatan kroni bisnis yang lihai membuat Setya Novanto selalu mendapat dukungan politik. Hubungannya dengan Jusuf Kalla dan keluarga Kalla pun sangat baik, dalam hal bisnis karena sejak lama sama-sama berbisnis di Indonesia Timur, Batam, Kalimantan, dan Jakarta. (Dalam kesempatan tertentu seperti kasus Papa Minta Saham, Setya Novanto sering bertemu dengan Jusuf Kalla untuk konsultasi dan konsolidasi. Pengaruh JK di Golkar masih tetap kuat karena peran di DMI dan gurita bisnisnya.)

Dalam berbagai drama pengadilan, pemilihan tempat dan para hakim  menjadi kunci keberhasilan (dan kegagalan) kubu Agung Laksono dan juga kubu Aburizal Bakrie. Siapa yang tepat berada di pengadilan dengan angggota majelis hakim tertentu dialah yang akan menang. Dugaan ini kuat muncul sebagai akibat perang kepentingan dan keberpihakan. Fakta nyata terjadi dalam MK, paling kurang semasa Akil Mochtar.

Kekuatan Agung Laksono yang nyata-nyata mendukung Presiden Jokowi kalah telak di pengadilan. Kubu Ical menang. Namun pada akhirnya, justru yang memetik hasil perpecahan Golkar adalah Setya Novanto. Dia berhasil menyingkirkan ARB dan Agung Laksono, dalam drama perpecahan Golkar.

(Dalam hal maneuver politik, Setya Novanto hanya kalah oleh Presiden Jokowi. Golkar akhirnya mendukung Presiden Jokowi dan Koalisi Merah Putih bubar. Kegeraman pencatutan nama Presiden Jokowi dalam kasus Papa Minta Saham, dilupakan oleh baik Setya Novanto maupun Presiden Jokowi. Bahkan Golkar pun siap mencalonkan Presiden Jokowi di 2019. Hal yang PDIP dan partai pendukung utama Jokowi-JK pun belum lakukan. Kini adu bidak catur tengah dimainkan baik oleh Setya Novanto maupun Presiden Jokowi, dengan benteng perusuh percaturan ikut meramaikan yakni JK. Unik jadinya. Seru.)

Manfaatkan Kekuatan, Pengaruh dan Tangan Orang Lain

Dalam berbisnis, Setya Novanto menggunakan tangan orang lain untuk mencapai tujuannya. Dia pun tampak dengan sangat elegan ‘membantu’ berbagai macam pihak untuk kelancaran usaha rekan bisnis atau teman.

Dia mampu menggabungkan dengan sempurna seluruh investasi pertemanan, persahabatan, kerjasama, dalam membangun kerajaan bisnis. Baginya, nama dan jabatan tidak menjadi masalah. Yang terpenting bisnis lancar dan saling berbagi yang menguntungkan. Untuk itu ia dalam mengandalkan kemampuan lobby dan negosiasi yang begitu hebat hingga lawan bicara memercayainya.

Sejak perkara cessie Bank Bali, gerak Setya Novanto tidak pernah lagi menggunakan perusahaannya untuk menjalankan proyek. Setya Novanto lebih banyak melakukan lobby sebagai bagian dari penjalanan proyek-proyeknya. Salah satu yang mencolok adalah e-KTP.

Meskipun disebut menerima Rp 571 miliar atau 11 persen nilai proyek itu, nama perusahaan Setya Novanto tidak terlihat. Sebelumnya dalam berbagai proyek Pertamina, PON, dll. yang di semua kasus itu lolos dari jeratan hukum. Hanya para pelaksana proyek yang akhirnya masuk bui.

Pertamina dan Papa Minta Saham Korbankan Karen dan Riza Chalid

Urusan pertamina pun diintervensi lewat surat dari DPR. Tak salah Setya Novanto memiliki jaringan di Pertamina. Dia adalah pendiri banyak SPBU sehingga memahami seluk beluk Pertamina. Pun ia berteman akrab dengan Reza Chalid sang mafia migas, Petral zaman SBY yang menggarong lebih dari 2,000 triliun selama 10 tahun, selain dengan Hatta Rajasa tentu.

Gambaran kekuatan Riza Chalid, sohib Setya Novanto di Pertamina bisa terlihat. Bahkan saking hebatnya Riza Chalid, Karen Agustiawan pun terpental karena disinyalir gagal memenuhi kepentingan Riza Chalid.

Kekuatan Setya Novanto begitu luas sehingga orang yang dicatut pun seperti Darmawan Prasodjo staff ahli Presiden Jokowi tidak bisa berkutik. Bahkan dia berani menyebut Presiden Jokowi, dan Luhut Binsar Pandjaitan dalam kasus Freeport.

Kasus intervensi Pertamina menguap karena tidak ada bukti yang mengarah Setya Novanto mengambil keuntungan dari rekomendasi dan intervensinya sebagai Ketua DPR. Luar biasa.

Papa Minta Saham pun menjadi simbol kekuatan Setya Novanto di peradilan. Betapa Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan dalam uji materi rekaman pembicaraan bukanlah alat bukti yang sah untuk peradilan baik di MKD maupun di peradilan bentuk lain. Sungguh keputusan yang membebaskan dan mengembalikan kedudukannya sebagai Ketua DPR setelah mengundurkan diri dari. Luar biasa.

Bahkan saking kuatnya, Sudirman Said yang bermain di dua kaki antara Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla, dipecat oleh Presiden Jokowi. Ma’roef Sjamsoeddin pun mengundurkan diri dari Presdir PT Freeport. Riza Chalid pun terpental keluar dan mengasingkan diri keluar negeri.

EGP Korbankan Joko S. Tjandra

Ini contoh kekuatan Setya Novanto adalah yang paling mencolok adalah kasus PT. Era Giat Prima (EGP). PT. EGP ini dikendalikan oleh Joko S. Tjandra dan dirinya. Dalam kasus ini, yang berlarut-larut sampai akhirnya momen datang ketika para koneksi dan teman Setya Novanto menjadi pejabat di Bank dan BPPN. Mereka mengabulkan dan mencairkan hak tagih Bank Bali.

Akibat kongkalikong ini, dari PT. EGP, Joko Tjandra dihukum 2,6 tahun dan kabur ke Singapura, kini menjadi WN Papua Nuigini dengan nama baru Joe Chan. Syahril Sabirin, Gubernur BI, dipenjara. Demikian pula Pande N Lubis sebagai Waka BPPN. Tujuh orang lain sebagai tersangka lolos termasuk Setya Novanto. (Lolosnya Joko Tjandra sehari sebelum eksekusi penangkapan oleh Kejaksaan adalah kekuatan jaringan di peradilan mereka.)

Pun meskipun demikian, Setya Novanto tetap sempat dipercaya oleh Joko S Tjandra sebagai pentolan PT Mulia Intan Lestari yang menaungi Hotel Mulia Senayan. Hotel Mulia tampaknya belum membayar denda Rp 15 miliar kepada Pemprov DKI akibat pelanggaran IMB dalam pembangunan hotel yang melebihi ketentuan, izin diberikan untuk 19 lantai namun justru dibangun 42 lantai.

E-KTP Korbankan Puluhan Anggota DPR

Kekuatan Setya Novanto pun terbukti sakti dalam kasus e-KTP. Ia sangat membatasi diri berkomunikasi secara kasar dan liar. Keponakannya yang bernama Irvanto Hendra Pambudi menjadi pelaksana pekerjaan lewat PT Murakabi Sejahtera.

Di situ Irvan, yang merupakan anak saudara kandung Setya Novanto, bermain dengan Vidi Gunawan, adik Andi Narogong alias Andi Agustinus. Inilah link kasus terdekat Setya Novanto dengan Andi Narogong dalam kasus korupsi e-KTP, selain dengan rekan-rekan di DPR termasuk pintu masuk utama Miryam S Haryani.

Dalam hal pertemuan-pertemuan pun Setya Novanto irit berbicara. Pembicaraan dengan Akom terkait e-KTP pun pendek-pendek dan bersayap. Aman. Setya Novanto pun mengaku tidak mengenal Andi Narogong dan para pejabat di Kementerian Dalam Negeri dan semua terdakwa lain yang disebut. Termasuk Miryam S Haryani pun ia tidak berurusan.

Pertemuan Paulus Tannos dengan Setya Novanto di rumahnya Jalan Wijaya 13 hanya berlangsung 15 menit. Tak lama. Dalam pertemuan itu, Paulus dikenalkan kepada Novanto oleh Andi Narogong sebagai anggota konsorsium proyek e-KTP. Setya Novanto menanyakan apa yang sudah dilakukan oleh PT Sandipala dan kendala yang dihadapi.

Dalam dokumen yang dimiliki oleh penyidik KPK disebutkan oleh Paulus: “Pertemuan itu seolah-olah menunjukkan kepada ssya bahwa Setya Novanto mempunyai pengaruh di dalam proyek e-KTP, seolah-olah meminta komitmen (sesuatu) kepada saya atau PT Sandipala Arthaputra.”

Yang hebat adalah dari daftar penerima uang korupsi e-KTP tidak ada nama Setya Novanto. Padahal nama-nama tenar lain muncul seperti Gamawan Fauzi, Marzuki Alie, Yasonna Laoly, Ganjar Pranowo, dll. Setya Novanto clear dan tidak masuk ke dalamnya.

Kasus e-KTP pun setelah penetapan para anggota DPR sebagai tersangka, berkembang menjadi bola liar. Novel Baswedan penyidik utama kasus e-KTP mengalami serangan air keras yang nyaris membutakannya. Kasus ini menjadikan Polri dan KPK tidak bisa menemukan titik terang. Gelap.

Saat bersamaan DPR menggelorakan upaya pembubaran KPK, melalui hak angket. Arah pembubaran ini secara sporadis dilakukan dengan Pansus KPK meminta keterangan dari para begundal koruptor di Sukamiskin seperti Akil Mochtar, OC Kaligis, dkk. Kini tampak sekali adu kekuatan KPK dengan DPR.

Saking hebatnya kekuatan para koruptor ini, para partai pendukung pemerintah justru yang menggeber Pansus KPK. PDIP dan Golkar pun menjadi alat dan motor melindungi koruptor dengan Pansus KPK. (Ibu Mega akan bertindak tepat waktu nanti untuk membungkam kadernya di DPR seperti Masinton. Seperti kasus Rieke Dyah Pitaloka dan Effendi Simbolon yang kini bungkam setelah di awal pemerintahan Jokowi-JK menyerang Presiden Jokowi.)

Pansus KPK di DPR yang head-to-head langsung menyerang KPK pun tidak menampakkan keterlibatan Setya Novanto. Ia pun mendapatkan dukungan penuh para kader senior Golkar. Ini menunjukkan kekuatan jaringan politiknya yang mengakar. Semua politisi Golkar mendukungnya. Ini gambaran kekuatan nyata jaringan luas Setya Novanto yang justru membenturkan DPR dengan KPK.

(KPK memiliki berbagai rekaman dan sadapan, selain bukti awal aliran dana, yang banyak dan akuntabel yang akan menjadi bahan untuk membuktikan keterlibatan para tersangka dalam kasus E-KTP ini. Namun, jika kekurang-hati-hatian terjadi di KPK, maka bukti-bukti itu akan dapat dipatahkan dengan mudah oleh tim hukum Setya Novanto. Ingat kekuatan dan kelihaian lolos dari jerat hukum telah terbukti berkali-kali dan diketahui umum.)

Orang Kuat Indonesia

Dengan catatan itu, maka menjadi beralasan ketika Trump menyatakan Setya Novanto sebagai orang kuat di Indonesia. Tak heran dia selalu lolos di peradilan karena koneksi bisnis luas, koneksi politik sejak zaman eyang saya Presiden Soeharto, penghimpunan kekuatan dan pertemanan di berbagai lembaga, kedekatan dengan militer dan polri, kedekatan dengan para tokoh politik, telah membuat Setya Novanto malang-melintang dan tidak tersentuh hukum di Indonesia. Salam bahagia ala saya.



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply