Bukan Maling Masjid Tapi Pria Ini Terlanjur Mati Dibakar Hidup-Hidup Warga


Kejadian ini terjadi di Kampung Muara, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebelumnya beredar video tentang seorang pria yang dikejar dan diamuk oleh warga karena dikira mencuri ampli masjid. Hingga kemudian diketahui bahwa ampli masjid utuh tidak tercuri. Jadi pria malang ini adalah korban salah sasaran warga. Tapi sang korban sudah terlanjur meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan dan meninggalkan seorang istri yang hamil 7 bulan.

Ternyata pria ini adalah tukang servis televisi yang mampir ke masjid untuk solat sebelum mengantarkan barang. Ampli yang kebetulan Ia bawa ditaruhnya di sepeda motor. Namun karena takut hilang akhirnya dibawa masuk ke dalam masjid. Warga sepertinya mengira yang dibawa adalah ampli masjid. Ia pun dikejar hingga ke kampung sebelah dan akhirnya tertangkap. Tak puas menghajar, warga juga membakarnya hidup-hidup. Dan kemudian baru ketahuan ampli masjid utuh di tempatnya.

Kok masih ada ya perilaku main hakim sendiri seperti ini? Lagipula dari sekian warga yang ada di lokasi tak adakah yang berinisiatif mengecek dulu apakah ampli masjid ada di tempatnya atau tidak ataukah barang yang dibawa laki-laki tersebut adalah betul barangnya atau barang milik masjid. Apakah satu kampung sudah lupa berpikir rasional dan heboh mengejar sehingga tidak sempat mengecek?

Yang aneh pula apa perlu sampai membakar seorang maling? Kenapa tidak dibawa saja ke kantor polisi terdekat. Ini sebetulnya warga desanya peninggalan jaman jahiliyah atau bagaimana kok kelakuannya bar-bar? Dan disadari atau tidak siapapun yang terlibat mengejar dan membakar pria ini meski cuma sekedar ikut-ikutan atau bersorak maka kalian sudah menjadi pembunuh berdarah dingin dan dosanya dunia akherat.

Keluarga korban memang tidak menuntut karena takut akan habis banyak uang berperkara namun kalau pihak kepolisian berinisiatif harusnya tanpa laporan keluarga kasus seperti ini bisa tetap diproses dan warga yang turut ambil bagian bisa dikenai pidana.

Entah apa yang salah dengan masyarakat kita akhir-akhir ini. Mulai dari gampang terpengaruh broadcast message dan postingan hoax, ada orang bunuh diri malah divideokan live di akun Instagramnya tanpa berusaha melakukan tindakan yang lebih nyata untuk mencegah, sekarang pun seperti ini hanya berdasar suudzon langsung sampai menghajar dan membakar manusia hidup-hidup.

Kalau kejadian seperti ini terjadi di jaman jahiliyah kita bisa menganggap bahwa karena mereka tidak memiliki pegangan agama sehingga bisa berbuat bar-bar dan lack of humanity. Tapi masyarakat kita dewasa ini kan sangat mengagungkan kehidupan beragama dan bangga kalau dianggap religius. Tapi ternyata ini pun tidak serta merta menjadikan mereka beradab.

Mungkinkah yang terganggu adalah jiwa mereka sehingga senang menyiksa atau melihat hal-hal yang bikin ngeri seperti ini? Wah kalau begitu poli psikiatri setelah ini pasti akan menampung banyak pasien kejiwaan yang butuh berobat.

Atau justru ada yang salah dengan sistem pendidikan kita sehingga gagal menciptakan insan yang memanusiakan manusia lainnya? Bukan rahasia selama berpuluh-puluh tahun pendidikan kita banyak berorientasi pada kompetisi nilai dan bukan proses. Yang dilihat adalah hasil akademik dan banyak mengesampingkan nurani dan moralitas.

Ini pelajaran untuk kita semua. Kalau ada orang yang mencurigakan, silahkan Anda tangkap tapi bawalah ke kepolisian jangan diselesaikan sendiri apalagi sampai dibakar-bakar. Manusia bukan sate.

Baca Juga:

“satu-satunya syarat untuk kejahatan menang adalah orang baik tidak melakukan apa-apa” (Edmund Burke).



Source link

Tinggalkan Balasan