Jokowi Dipertimbangkan – baranews


Ilustrasi (Sumber: RMOLSUMSEL)
  • PAN dan PKB Deklarasikan Calon Presiden di Pemilu 2019 pada Tahun Depan

JAKARTA, Baranews.co – Meski partai pendukung pemerintah berbondong-bondong mendeklarasikan dukungan lebih awal terhadap Presiden Joko Widodo untuk maju kembali pada Pemilu 2019, Partai Amanat Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa tidak terpancing.

Sejauh ini, kedua partai itu masih mempertimbangkan sosok Jokowi, tetapi menunggu tahun depan untuk mengambil keputusan. Mereka beralasan pembicaraan terkait Pemilu Presiden 2019 terlalu dini dibahas saat ini. Menurut mereka, masih ada hal lain yang perlu diperhatikan daripada memikirkan soal calon presiden/wakil presiden, misalnya Pilkada 2018 di 171 daerah dan penjaringan bakal calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019.

“Tahun depan saja itu urusannya. Resminya 2018 baru kami bahas dan putuskan. Pak Presiden sendiri bilang, sekarang ini urus rakyat saja, jangan urus copras-capres dulu,” kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/11).

Berbeda dari PKB dan PAN, pada 14-17 November dalam forum rapat kerja nasional, Partai Nasdem akan mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi untuk kembali maju pada Pemilu 2019. Sebelumnya, beberapa partai yang tergabung dalam barisan koalisi pendukung pemerintah juga sudah terlebih dahulu menyatakan dukungan resmi, seperti Partai Golkar, Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan. Partai pendukung yang belum memutuskan adalah PAN, PKB, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai partai asal Jokowi.

Zulkifli mengatakan, PAN masih mengkaji beberapa tokoh yang akan didukung sebagai calon presiden pada Pemilu 2019. Jokowi sebagai presiden petahana masih menjadi figur utama yang dipertimbangkan PAN. “Pasti dukung Jokowi, karena incumbent (petahana). Tetapi, itu nanti saja di 2018 baru dibicarakan,” ujarnya.

Rakernas PAN sebenarnya telah menghasilkan rekomendasi terbuka agar Zulkifli maju pada Pemilu 2019 sebagai capres. Rekomendasi itu belum termasuk dalam agenda resmi rakernas, pasalnya perihal pencalonan presiden baru akan dibahas dalam Rakernas PAN 2018.

Terkait hal itu, Zulkifli mengatakan dirinya belum tentu akan maju pada 2019. “Kader memang maunya seperti itu, tetapi saya ini jadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) saja sudah tinggi sekali. Pokoknya, saya selesaikan dulu urusan di MPR, urusan pilpres tahun depan saja,” katanya.

Setelah pilkada

Anggota Dewan Syuro DPP PKB, Maman Imanulhaq, mengatakan, partainya saat ini lebih fokus pada urusan penjaringan bakal caleg. PKB ingin bakal caleg yang dihadirkan ke publik berkualitas dan berintegritas. Ini penting agar calon pemilih nantinya memilih caleg dari PKB sehingga target partai bisa tercapai.

“Target kami di Pemilu Legislatif 2019, partai bisa meraih suara kedua terbanyak,” ujarnya.

Selain itu, PKB juga masih fokus pada urusan calon kepala/wakil kepala daerah yang akan diusung di Pilkada 2018. Setelah ditetapkan, partai masih akan disibukkan dengan upaya pemenangan calon. “Jadi, kemungkinan untuk urusan capres/cawapres dari PKB baru akan dideklarasikan setelah pilkada selesai,” katanya.

Dalam memutuskan calon, PKB akan terlebih dahulu melihat potensi elektabilitas PKB di Pemilu Legislatif 2019 dan peta kemenangan calon kepala/wakil kepala daerah yang diusung PKB pada 2018. PKB pun akan terlebih dulu menyerap aspirasi dari kadernya. Meski demikian, ia melihat banyak kader PKB yang ingin partai kembali mengusung Jokowi pada 2019. (APA/AGE)/Harian KOMPAS



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply