Politisi Gerindra, Rifa’i: Parkir Meter Dinilai Bodohi Masyarakat


BERITA BEKASI – Banyak kalangan menilai program ‘Parkir Meter’ yang digagas ternyata merugikan. Pasalnya, pungutan di parkir tersebut hanya berupa retribusi bukan pajak, sehingga tidak membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat.

“Kita menduga usaha parkir meter seperti di Jalan A Yani depan RSUD dan dibeberapa titik jalan di Kota Bekasi ini hanya menjadi bancakan dan tidak berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat,” terang politisi asal Gerindra, Ahmad Rifauddin kepada Beritaekspres.com, Selasa (14/11/2017).

Sehingga sambung Rifa’i, program yang sempat diagung-agungkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tersebut dinilai merugikan karena hanya menjadi bancakan bagi oknum-oknum tertentu untuk meraup keuntungan berupa pungutan liar (pungli) yang tidak diketahui masyarakat.

“Usaha seperti ini harus dihentikan karena peraturan yang dipakai sampai saat ini yaitu Peraturan Walikota (Perwal) dan secara Undang-Undang jelas tidak kuat,” kata putra asli Bekasi yang bakal maju dalam perhelatan bakal Calon Walikota Bekasi ini. 

Dikatakannya, penerapan layanan parkir meter yang diduga tidak mempunyai dasar hukum itu sementara melalui SK Walikota tentang Penyelenggaraan Perparkiran dan payung hukum lainnya tidak secara spesifik mengatur retribusi parkir meter di badan jalan (On Street‎), tidak tertulis secara spesifik.

“Retribusi parkir harus diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi sesuai dengan perundang-undangan. Sedangkan PT. PSS merupakan pihak swasta atau ketiga, sehingga pengelolaan parkir harus diubah menjadi pajak parkir, bukan retribusi parkir,” ungkapnya.

Oleh karena itu tambah Rifa’i, diperlukan landasan hukum dengan merivisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Perparkiran dan dibarengi Juklak dan Juknis melalui Perwal, guna mendukungnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi,” pungkasnya. (Indra)

The post Politisi Gerindra, Rifa’i: Parkir Meter Dinilai Bodohi Masyarakat appeared first on BeritaEkspres.com.



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply