Soal Spanduk Ujaran Kebencian, Didit Susilo: Masyarakat Sudah Cerdas


BERITA BEKASI – Pampangan spanduk di Jalan Protokol Ahmad Yani Kota Bekasi hebohkan masyarakat pengguna jalan dan masyarakat pengguna media sosial (medsos). Pasalnya, spanduk yang belum diketahui siapa pelaku pemasangannya itu berisikan ujaran kebencian yang ditujukan kepada Kepala Daerah, Selasa (14/11/2017) kemarin.

Kepada Beritaekspres.com, Pengamat dan Pemerhati Pelayanan Publik Kota Bekasi, Didit Susilo mengatakan, Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) sudah harus lebih optimal dalam mengawal proses tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat.

“Panwas harus meminta Satpol PP untuk melakukan penertiban spanduk – spanduk yang berisi provokasi, ujaran kebencian, Sara dan dalam bentuk lain, karena belum masuk ke tahapan kampanye Pilkada,” terangnya, Rabu (15/11/2017).

Regulasi sambungnya, tahapan dan waktu pemasangan alat peraga kampanye akan ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi.

Didit Susilo

“Seharusnya, semua pihak harus menjaga situasi kondusif tidak memprovokasi masyarakat dengan pola demokrasi yang kotor, tidak beradab dan bermartabat,” katanya.

Semua pihak lanjut Didit, harus belajar dalam pengalaman Pilkada DKI Jakarta dimana umat dan masyarakat seperti berhadap – hadapan, karena beda dalam pilihan politik.

“Para kandidat dan politisi harus mengusung proses Pilkada yang damai, sejuk, mencerahkan dalam beradu ide dan gagasan, visi misi dan progres perubahan yang komprehensif untuk Kota Bekasi yang lebih baik,” ungkapnya.

Masyarakat tambahnya, sudah cukup cerdas dalam menyikapi perpolitikan justru para Anasir dan pelaku politik harus lebih cerdas dalam mencapai tujuannya untuk kekuasaan.

“Kita berharap pelaku pemasang spanduk berisikan ujaran kebencian ini bisa terungkap agar tidak menjadi perkembangan opini yang tidak baik dan saling mencurigai antar kelompok,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, dirinya merasa miris masih ada orang – orang yang memiliki prilaku picik dan menghasut dengan tidak bertanggung jawab.

“Bukan jamannya masyarakat disuguhkan dengan berita atau informasi berbau fitnah, karena masyarakat Kota Bekasi sudah semakin cerdas dalam menilai informasi publik,” ucapnya.

Rahmat juga mengingatkan bahwa manusia dinilai bukan karena kepintaran dalam pendidikannya, namun dilihat dari ‘Moral Hazard’ serta prilakunya.

“Karena Gapkundu Pilkada belum terbentuk, barang bukti spanduk harus diserahkan ke Panwas Kota Bekasi. Jika memang ada unsur pidana maka Panwas menyerahkan kasus provokasi memakai spanduk dalam bentuk ujaran kebencian itu ke Kepolisian,” pungkasnya. (Edo/Indra)

The post Soal Spanduk Ujaran Kebencian, Didit Susilo: Masyarakat Sudah Cerdas appeared first on BeritaEkspres.com.



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply