LRT Atasi Kemacetan Bekasi – Jakarta


Bekasi Timur – Pemerintah pusat telah mengambil langkah strategis, dengan membangun beberapa proyek infrastruktur khususnya untuk mengurai kemacetan dari Bekasi ke Jakarta. Jalan Tol Becakayu, Elevated Tol Jakarta Cikampek, serta LRT. Khusus tentang LRT, diperkirakan nantinya akan menjadi primadona moda transportasi massal yang akan dipilih masyarakat.

Melalui Perpres No 98 Tahun 2015, pemerintah menunjuk PT Adhi Karya (Persero) Tbk, untuk membangun prasarana LRT meliputi jalur, termasuk di dalamnya konstruksi jalur layang, stasiun, dan fasilitas operasi.

Jumardi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Prasarana LRT Jabodebek Kementerian Perhubungan menjelaskan pembangunan LRT merupakan sebuah kebanggaan, bahwa proyek ini dibangun untuk kepentingan masyarakat. “Tidak hanya bagi masyarakat Bekasi, tapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Sudah selayaknya, proyek pemerintah ini mendapat dukungan dari semua pemangku kepentingan,” ujarnya saat Forum Diskusi bertema LRT Dan Masa Depan Bekasi yang dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam 45 Bekasi, Selasa (5/12).

Jumardi menyebutkan tahap pertama pembangunan LRT ini akan menghubungkan dari titik paling timur yaitu di Bekasi Timur, menuju Cawang dan Dukuh Atas, serta Cibubur – Cawang – Dukuh Atas. Rencananya, di Bekasi Timur selain dibangun stasiun, juga akan dibangun Depo untuk pemeliharaan.

Selanjutnya Jumardi mengatakan pihaknya akan berusaha menyelesaikan pembangunan LRT ini dengan tepat waktu. “Namun, lahan yang rencananya akan dibangun untuk Depo LRT di Bekasi Timur, saat ini belum siap untuk dibangun, karena masih adanya warga yang tidak memiliki hak menempati lahan tersebut. Ini merupakan kendala terbesar kami,” ungkapnya.

Sudah selayaknya, kata Jumardi, pembangunan LRT ini mendapat dukungan dari semua pihak, karena keberadaan LRT akan memberikan dampak positif yang besar terhadap perkembangan Bekasi. “Kalau memang saat ini, ada warga yang menempati lahan untuk pembangunan Depo, tentu perlu dicari upaya yang baik dalam menyelesaikannya. Disatu sisi, pembangunan LRT tetap berjalan sesuai dengan jadwal, dan disisi yang lain warga yang menempati lahan tersebut juga memahami, bahwa mereka menempati lahan yang bukan haknya,” papar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Harun Alrasyid selaku Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi mengatakan, dengan adanya LRT dari Bekasi Timur, akan merubah peradaban masyarakat Bekasi. “Masyarakat yang selama ini kehilangan banyak waktu di jalan karena kemacetan, akan mendapatkan banyak waktu yang berkualitas, karena dengan LRT bisa memangkas waktu tempuh ke tempat kerja,” tegasnya.

Pembangunan LRT Bekasi Timur – Cawang – Dukuh Atas, ditargetkan selesai dan beroperasi pada tahun 2019. Sampai bulan September 2017, pembangunan LRT tercatat telah mencapai 19,219 persen. Untuk lintas pelayanan Cawang-Cibubur progresnya 36,840 persen, untuk lintas pelayanan Cawang-Dukuh Atas progresnya 5,245 persen, sedangkan untuk lintas pelayanan Cawang-Bekasi Timur telah mencapai 20,594 persen.

Harun Alrasyid menambahkan dengan memperhitungkan bahwa pembangunan LRT akan berjalan sesuai dengan jadwal, pada tahun 2019 masyarakat Bekasi akan mendapatkan dampak positif dari LRT ini. “Tidak hanya masalah kemacetan yang bisa terurai, namun dengan adanya Stasiun serta Depo di Bekasi, juga akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (Mulyono)

The post LRT Atasi Kemacetan Bekasi – Jakarta appeared first on Rahmat Effendi Center.



Source link

Be the first to comment

Leave a Reply